Senin, 11 Syawwal 1439 / 25 Juni 2018

Senin, 11 Syawwal 1439 / 25 Juni 2018

Indonesia Akan Sangat Kehilangan Kiai Sahal

Jumat 24 Januari 2014 06:46 WIB

Rep: Satya Festiani/ Red: Julkifli Marbun

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (kanan) menerima Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj (kiri) dan Rais Aam PBNU Sahal Mahfudz (kedua kiri) di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Senin (6/6).

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (kanan) menerima Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj (kiri) dan Rais Aam PBNU Sahal Mahfudz (kedua kiri) di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Senin (6/6).

Foto: Antara/Prasetyo Utomo

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Kiai Haji (KH) Sahal Mahfudz, meninggal dunia.

Ketua PBNU Hasyim Muzadi mengatakan negara akan sangat kehilangan sosok beliau.   

“Pak Sahal sangat konsisten pada hubungan agama dan negara,” ujar Hasyim ketika dihubungi Republika, Jumat (24/1).

Kiai Sahal memiliki konsep yang dapat menyelamatkan agama dan negara. Konsep yang ia miliki adalah tidak menggunakan agama untuk menghadapi negara dan tidak menggunakan negara untuk merugikan agama.  

Hasyim mengatakan Kiai Sahal memiliki jurus untuk hal tersebut karena beliau mewarisi pemikiran Walisongo dalam mengembangkan hubungan agama dan negara. “Ini sumbangsih beliau untuk bangsa. Agama tidak akan menjadi masalah untuk negara,” ujar dia. 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Inggris Bantai Panama 6-1

Ahad , 24 Juni 2018, 20:58 WIB