Tuesday, 13 Zulqaidah 1440 / 16 July 2019

Tuesday, 13 Zulqaidah 1440 / 16 July 2019

Jusuf Kalla: Ibu Sosok Luar biasa

Ahad 22 Dec 2013 23:20 WIB

Red: Damanhuri Zuhri

Jusuf Kalla

Jusuf Kalla

Foto: Republika/Yogi Ardhi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai ibu adalah sosok yang luar biasa dalam hidupnya hingga kini.

"Ibu adalah sosok yang luar biasa yang memberikan kekuatan untuk terus, penuh kesabaran dan kesederhanaan," kata Jusuf saat peluncuran novel tentang ibunya, Athirah di Jakarta, Minggu.

Menurut JK, begitu ia akrab disapa, sosok yang biasa dipanggil Emma itu-lah yang membentuk karakternya seperti yang terlihat sekarang ini.

"Kehebatan logikanya sama. Dia selalu mengajarkan saya secara logis, seperti waktu dulu ketika ingin membeli Al Quran untuk masjid, dia bilang harus dibuat lemarinya dulu agar Al qurannya bisa disimpan," katanya.

Menuruk JK, ibunya merupakan sosok yang lugas, kreatif dan sering kali melahirkan ide-ide solutif bagi kemajuan bangsa. "Saya dulu tidak boleh naik mobil, seringnya naik becak,'' ujarnya.

Tetapi, ketika dia dibolehkan mengendarai mobil, kemudian menghadapi macet dan kesal, sang ibu yang memberitahukan, ''Jangan begitu karena kemacetan itu, kau sendiri yang ciptakan," katanya.

Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) itu juga mengatakan ibunya selalu mengedepankan berpikir maju dan bersyukur.

"Kalau ingin berpikir maju, kita lihat ke atas, orang itu sudah bisa meraih apa, tapi kita juga harus bersyukur dengan melihat ke bawah dan kita tidak akan pernah merasa kekurangan," katanya.

Dalam momentum Hari Ibu, Jusuf Kalla juga menilai wanita pada zaman sekarang lebih bebas dibandingkan dengan wanita beberapa tahun silam. "Waktu itu belum sebebas sekarang, sekarang juga Hari Ibu lebih banyak dirayakan," katanya.

Dia juga mengimbau kepada wanita atau ibu di seluruh Indonesia untuk lebih banyak di rumah karena di rumahlah pendidikan, nilai-nilai yang diberikan kepada anak dimulai.

Kecintaan JK kepada ibunda, ia tuangkan ke dalam sebuah novel yang judulnya diambil dari nama ibunya sendiri, Athirah.

Novel yang ditulis Alberthiene Endah itu bertutur kisah perjuangan seorang ibu yang menikah di usia muda dan harus pula berbagi suami dengan perempuan lain.

Namun, kondisi itu menjadikan sosok yang jauh lebih kuat dalam mengarungi hidup, membesarkan anaknya dan tetap mendampingi suaminya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA