Wednesday, 6 Rabiul Awwal 1440 / 14 November 2018

Wednesday, 6 Rabiul Awwal 1440 / 14 November 2018

Mengenal Wali Kota Muslim Pertama di Italia

Jumat 19 Jul 2013 05:57 WIB

Rep: Erik Purnama Putra / Red: Citra Listya Rini

wali kota muslim pertama di Italia

wali kota muslim pertama di Italia

Foto: erik purnama putra

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Arturo Cerulli membuat heboh publik Italia ketika pada 2008, terpilih sebagai wali kota Monte Argentario. Ia bisa menjadi orang nomor satu di kota dengan penduduk sekitar 14 ribu ini setelah masuk Partai Politik (Parpol) Kanan.

Raihannya itu tentu sangat mengagetkan lantaran Monte Argentario selama 20 tahun terakhir dipimpin Parpol Kiri. Figur yang dipercaya dan mampu menawarkan program pro publik disinyalir membuat masyarakat setempat memilih Mohamed Arturo, nama Islam dari Arturo Cerulli.

Sontak, kemenangannya itu mendapat liputan luas dari media mainstream di negeri Pizza itu lantaran berstatus sebagai seorang Muslim. Oleh berbagai media, kata dia, suaminya dilabeli sebagai wali kota Muslim pertama di Italia.

"Sebenarnya, kemenangan suami saya bisa terjadi lima tahun sebelumnya lewat jalur nonpartai. Tapi, pas pemilihan dia menempati urutan kedua," kata sang istri, Sri Semiarti Sastropawiro, kepada Republika, Kamis (18/7) malam WIB. 

Kedatangan Arturo Cerulli bersama Sri Semiarti Sastropawiro, dan anaknya untuk menghadiri peluncuran buku "Scappa per Amore" karya Dini Fitria di kawasan Blok M, Jakarta Selatan.

Sri Semiarti mengungkapkan suaminya memang mencintainya hingga menjadi mualaf. Meski sempat ditentang keluarga di Italia, sang suami pantang mundur untuk mempersuntingnya pada 1988. Perkenalannya terjadi ketika insinyur nuklir tersebut bekerja di Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) di Serpong, Tangerang Selatan.

Arturo Cerulli merantau ke Indonesia atas tawaran BJ Habibie yang tengah merintis percepatan pengembangan teknologi di Tanah Air. Perkenalan Arturo Cerulli dengan Islam, kata dia, pertama didapat karena suaminya pernah bekerja di Arab Saudi. Alhasil, ketika bekerja di Indonesia, ia tidak kaget. 

"Kami kenal dari situ, sebelum memutuskan untuk menikah," cerita Sri Semiarti.

Tiba-tiba, azan Maghrib berkumandang. Arturo Cerulli yang masih melayani pertanyaan banyak wartawan, menghentikan wawancara untuk makan hidangan satu butir kurma dan meminum kolak. "Saya berpuasa," katanya singkat sambil tersenyum. 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES