Rabu, 13 Rabiul Awwal 1440 / 21 November 2018

Rabu, 13 Rabiul Awwal 1440 / 21 November 2018

Antusiasme Menyambut IIMF 2018

Senin 09 Jul 2018 14:01 WIB

Red: Agung Sasongko

"Road to IIMF 2018" di Melody Café, Grandkemang, Jakarta.

Foto: Istimewa
Pekan lalu, tampil tiga band indie dengan genre yang berbeda.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Antusiasme menyeruak menyambut digelarnya gelaran International Indie Music Festival (IIMF) 2018 yang akan berlangsung di Indonesian Convention Exebition (ICE) BSD, Tangerang, Banten pada September mendatang.

Menandai antusiasme tersebut, pihak promotor penyelenggara dari Deteksi Production menghajat acara "Road to IIMF 2018" di Melody Café, Grandkemang, Jakarta. “Acara ini menjadi awal untuk memberi ruang kepada para musisi indie yang nantinya tampil di ICE BSD,” kata Harry ‘Koko’ Santoso, CEO dari Deteksi Production, saat dijumpai pekan lalu di Jakarta.

Pekan lalu, tampil tiga band indie dengan genre yang berbeda. Ketiganya adalah Senandung, Belang Benar dan Thesar. Senandung merupakan group duo yang mengusung musik akustik folk beranggotakan Andre sebagai vokal dan Inal (gitar).

Selanjutnya, Belang Benar dengan personelnya Diren (vokal), Fare (gitar) dan Amec (drum) menghadirkan karya yang mengedepankan progresi chord penuh nyawa dengan menjadikan genre alternatif sebagai pilihan musikalitasnya.

Sedangkan, Thesar Zacharias Liando atau Thesar menyuguhkan alunan musik jazz. Thesar sendiri merupakan gitaris yang telah banyak menjadi session player gitar bagi penampilan penyanyi-penyanyi ternama di negeri ini.

“Hadirnya mereka memberikan bukti bahwa IIMF 2018 itu sangat berwarna dan beragam genrenya,’ kata Koko.

Andre, vokalis Senandung, menambahkah, festival musik indie yang merupakan bagian dari even akbar Pekan Raya Indonesia (PRI) itu diyakininya  akan membuat iklim dan habitat musik indie di negeri ini semakin kuat dan mendapat apresiasi lebih luas dari khalayak.

“Kami rasa kegiatan semacam ini sangat positif buat perkembangan music indie ke depan,” ujarnya.

Sementara itu, Yuanita Ayu Pratama, perwakilan dari Melody Café, menyatakan pihaknya ingin berpartisipasi secara aktif bagi kegiatan IIMF tahun ini. Ia melihat potensi komunitas musik indie ini sangat luar biasa.

“Hadirnya kami di acara ini sebagai bukti bahwa kami ingin music indie juga bisa berkembang lebih luas lagi. Buat kami, para musisi indie itu memiliki kualitas dan kreatifitas musical yang luar biasa. Jadi kami sangat senang bisa turut terlibat dalam kegiatan besar semacam ini,” katanya.

Secara keseluruhan, IIMF 2018 akan melibatkan lebih dari 107 band. Para penampilnya berasal dari seluruh Indonesia serta menampilkan pula musisi indie yang berasal dari 30 negara.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Persija Menang 3-0 Atas Persela

Selasa , 20 Nov 2018, 20:53 WIB