Friday, 7 Zulqaidah 1439 / 20 July 2018

Friday, 7 Zulqaidah 1439 / 20 July 2018

Cahaya Dalam Sunyi, Indahnya Lebaran Bagi Komunitas Tuli

Selasa 12 June 2018 13:17 WIB

Rep: Noer Qomariah K/ Red: Indira Rezkisari

Konferensi pers peluncuran video klip Cahaya Dalam Sunyi di kawasan Kuningan Jakarta Selatan.

Konferensi pers peluncuran video klip Cahaya Dalam Sunyi di kawasan Kuningan Jakarta Selatan.

Foto: Republika/Noer Qomariah K
Sebanyak 33 musisi terlibat dalam proyek video klip Cahaya Dalam Sunyi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menjelang Idul Fitri 1439H, banyak orang tak sabar untuk merasakan dan meraih momen-momen kemenangan. Termasuk para teman-teman dari komunitas tuli.

QuranID Project memproduksi sebuah lagu dan dua video klip takbir hari raya berjudul Cahaya Dalam Sunyi. Proyek ini diramaikan 33 musisi Indonesia dan melibatkan komunitas Tuli. Musisi yang terlibat di antaranya Alika Islamdina, Andien, Dewi Sandra , Dira Sugandhi, Armand Maulana, Raisa, Tompi, dan lain-lain

Kolaborasi itu juga dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kebutuhan komunitas Tuli mendapat akses informasi agama islam yang inklusif. Cahaya Dalam Sunyi ini diproduseri oleh Archie Wirija, Rilla Lusiana, dan Ifa Fachir.

Lirik lagu ditulis ditulis oleh Archie dan Rilla. Ifa berperan sebagai penulis notasi lagu dan penata musik. Video klip lagu ini juga diproduseri oleh Archie dan Rilla, serta disutradarai oleh Muthia Zahra Feriani.

Video klip pertama merupakan video klip dengan konsep teatrikal yang diekspresikan oleh beberapa komunitas tuli serta aktivis tuli Surya Sahetapy. Pada video klip kedua, seluruh penyanyi yang berkontribusi memeragakan bahasa isyarat dari lirik yang dinyanyikan dalam rangka mensosialisasikan budaya komunikasi tuli.

Menurut Archie, Cahaya Dalam Sunyi adalah program pengembangan materi pembelajaran melalui isyarat dan visual yang fleksibel untuk teman-teman tuli. "Harapannya teman-teman ini bisa merasakan indahnya hari Lebaran," ujar Archie di acara peluncuran video klip Cahaya Dalam Sunyi di Kuningan Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Ifa Fachir mengatakan ia sempat berdiskusi dengan GaluhSukmara Soejanto dari The Little Hijabi Homeschooling dan Surya Sahetapy. Akhirnya ia menemukan para teman-teman tuli menikmati karya musik dari getaran.

"Salah satu hal yang berusaha saya lakukan dalam arasemen adalah kita coba kasihnya penekanan di tetabuhannya, bass, dan lain-lain," kata Ifa.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA