Monday, 22 Syawwal 1443 / 23 May 2022

Netral Luncurkan Album Kesebelas

Senin 30 Apr 2012 22:08 WIB

Rep: Qommarria Rostanti / Red: Karta Raharja Ucu

Grup Band Netral

Grup Band Netral

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Setelah vakum menelurkan album selama tiga tahun, grup band Netral hadir dengan album baru bertajuk 'Unity'. Berbeda dengan sebelumnya, lagu-lagu yang terdapat dalam album ini tak melulu bermusik keras dan bertemakan cinta.

Terbukti, lagu yang diusung Netral sebagai jagoan, adalah tembang berjudul 'Dia' yang berirama riang mirip dengan lagu 'Astaga' yang dipopulerkan Ruth Sahanaya. Kekuatan album kesebelas Netral ini terletak pada ide-ide baru seperti musik, lirik dan aransemen yang tidak terdapat pada album-album sebelumnya.

Untuk soal lirik, Netral kini lebih banyak memotret fenomena masyarakat, misalnya soal lingkungan, korupsi, 'go green' maupun sosial budaya lain. Lagu tentang korupsi terdapat dalam lagu 'Budaya dan Tradisi' yang berisikan kritik maraknya korupsi. "Kami sebagai masyarakat muak dan benci terhadap korupsi, makanya menciptakan lagu ini," ujar sang vokalis, Bagus.

Tema yang terdapat dalam album yang berlogo segitiga, bulat dan kotak ini sangatlah beragam. Lagu 'Dia' dipilih menjadi 'gacoan' lantaran liriknya yang 'ear cathing'. "Lagu 'Dia' ini mudah didengar dan disimak namun warna Netral-nya masih tetap ada," ujar vokalis berkepala plontos ini.

Lucunya, sang gitaris, Coky, mendapat inspirasi menulis lagu ini ketika sedang berada di toilet. Jangan salah, lagu ini bukan lagu tentang cinta melainkan tentang lingkungan. Tembang ini menceritakan tentang lingkungan yang kembali hijau. "Kami mengajak masyarakat khususnya 25 ribu Netralizer (sebutan untuk para penggemar Netral) untuk menjaga bumi dan isinya sehingga bisa dinikmati anak-cucu kelak," kata Coky.

Baik Bagus, Coky maupun sang drummer Enno, berharap albumnya bisa diterima penikmat musik. "Yang pasti musik kami anti galau," ucap Bagus.

Adanya album yang digarap selama tiga bulan ini, kata Bagus, juga menjadi bukti bagi pebisnis musik Indonesia bahwa musik 'rock' tidak pernah mati. "Musik 'rock' harus diangkat dan jangan ditinggalkan. Pebisnis musik jangan hanya menjual musik-musik yang 'tenar'nya sebentar saja," ujar pentolan Netral ini.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA