Monday, 5 Zulhijjah 1443 / 04 July 2022

IBF: Nyari Buku, Nyari Ilmu, Nyari Guru

Ahad 18 Mar 2012 08:22 WIB

Red: Miftahul Falah

Bersama Prof. Wan Daud

Bersama Prof. Wan Daud

Foto: Foto-foto: Maulana Wahid A.

Islamic Book Fair mungkin salah satu event tahunan yang paling ditunggu-tunggu bagi kaum muslimin Indonesia, khususnya bagi para pecinta buku. IBF 2012 merupakan IBF yang ke-4 yang saya kunjungi sejak saya kuliah di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, akhir tahun 2008 silam. 

Alhamdulillah, di IBF 2012 kali ini saya masih bisa menghadiri berbagai acara yang diselenggarakan oleh Panitia IBF. Salah satunya, bedah buku Prof. Dr. Wan Mohd Nor Wan Daud yang diselenggarakan di hari kedua Islamic Book Fair. Beserta teman-teman dari Moeslim Scientist Community UIN Jakarta, selain berniat untuk memborong buku di IBF, kami pun memang berniat menghadiri acara bedah buku beliau tersebut, yakni “Rihlah Ilmiah : Dari Neomodernisme ke Islamisasi Ilmu Kontemporer”. 

Bedah buku tersebut cukup menarik, karena selain menghadirkan Prof. Dr. Wan Mohd Nor Wan Daud, dihadiri juga Prof. Dr. Didin Hafidudin, Dr. Adian Husaini dan Dr. Nirwan Syafrin. Mereka semua, bagi saya merupakan orang-orang yang kompeten dalam bidang pemikiran dan pendidikan Islam. Selain membahas isi buku Prof. Wan Daud, diskusi tersebut juga membahas keadaan pendidikan dan pemikiran Islam yang sedang terjadi di Indonesia.

Selesai acara, saya pun tidak menyia-nyiakan kesempatan meminta tanda tangan beliau untuk buku-buku beliau yang saya miliki. Tiga tanda tangan pun saya dapati. Setelah itu, kami pun saya meminta berfoto bersama. Sebelum berfoto bersama, beliau berpesan agar kami belajar yang benar di UIN Syarif Hidayatullah. Serentak kami pun menjawab “Ya, Prof.” Semoga pesan tersebut bisa kami jalankan dengan baik. 

Di acara ini buku beliau tersebut didiskon 50 %, sehingga kami beruntung selain bertemu langsung dengan penulisnya, bukunya pun dijual dengan begitu murah. Sayang sekali bila kesempatan ini dilewatkan begitu saja. 

Banyak sekali buku-buku yang ada di IBF, baik buku-buku keislaman maupun buku-buku umum. Bila kita jeli memilih, kita bisa mendapatkan buku-buku berkualitas tinggi dengan harga yang begitu murah. Alhamdulillah, saya berhasil mendapatkan buku yang merupakan disertasi doktor, yang berjudul “Manusia dalam Pandangan Al Ghazali” yang  dijual hanya dengan harga 5.000 rupiah. Wow! Begitu murahnya. Ada juga buku mengenai ushuludin yang berbobot seperti buku “Benarkah Kontradiksi antara Ayat dan Hadist?” dijual hanya dengan harga 4.000 rupiah. Murah sekali bukan? Selain itu pula, masih banyak buku-buku berkualitas tinggi lain yang dijual begitu murah. Tanpa berpikir panjang, saya pun membeli buku-buku murah dan berkualitas tinggi tersebut. 

Selain bisa mendapatkan buku murah berkualitas, acara-acara di IBF pun dapat menjadi ladang untuk mencari Ilmu. Berbagai seminar, bedah buku, talkshow maupun pelatihan ada di event ini. IBF pun tidak terbatas untuk kalangan tertentu. Anak-anak, remaja, mahasiswa, maupun masyarakat umum dapat menikmati event ini. 

IBF bagi saya bukan hanya untuk mencari buku-buku, namun juga ladang untuk mencari ilmu dan tempat untuk bertemu para guru yang selama ini hanya bisa dilihat dalam tulisan maupun media lainnya. Bagi yang menyukai pemikiran, kapan lagi bertemu dengan Prof. Wan Daud? Bagi yang gemar politik, kapan lagi bertemu dengan Ismail Yusanto? Bagi pecinta novel, kapan lagi bisa bertemu dengan Habiburrahman El Shirazy? Jadi, kapan lagi dapat Ilmu, dapat buku, dan bertemu guru-guru kita? 

Bersyukur, umat Islam Indonesia memiliki event besar seperti ini. Sehingga, setiap elemen masyarakat dapat berbagi dan menimba ilmu dengan mudah dan murah, serta dapat mempererat silaturrahim antara umat Islam Indonesia. Semoga. Aamiin.

Maulana Wahid A. 

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA