Sabtu, 20 Safar 1441 / 19 Oktober 2019

Sabtu, 20 Safar 1441 / 19 Oktober 2019

Film Pokémon: Detective Pikachu Picu Perdebatan Fan

Rabu 14 Nov 2018 14:45 WIB

Rep: Santi Sopia/ Red: Ani Nursalikah

Detektif Pikachu

Detektif Pikachu

Foto: NME
Film Pokemon salah satu sumber nostalgia masa kanak-kanak bagi generasi milenium.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Warner Bros merilis trailer pertama untuk film Pokémon: Detective Pikachu, pekan ini. Film dalam format aksi langsung yang akan dirilis pada Mei itu dibintangi Ryan Reynolds yang mengisi suara Pikachu.

Trailer tersebut telah dilihat tak kurang dari 10 juta kali di saluran Youtube resmi dan puluhan juta lebih melalui Facebook serta Twitter. Trailer  ini sudah menjadi tren teratas di sepanjang malam, dengan ratusan twit per menit. 

Apa sejatinya yang membuat film ini disambut begitu luar biasa? Pokémon adalah salah satu sumber nostalgia masa kanak-kanak bagi sebagian besar generasi milenium. Sama halnya ketika pria berusia 45 tahun berpikir tentang Star Wars.

Ini adalah film Pokémon live-action pertama. Film-film Pokémon yang biasanya dilihat saat generasi milenial masih anak-anak adalah dalam bentuk anime dua dimensi. Detektif Pikachu adalah tentang seorang pelatih Pokémon yang gagal (Justice Smith) dengan seorang ayah yang hilang.

Ia bertemu Pikachu dalam pemburuan serta menemukan dia dapat memahami makhluk itu, seperti Dokter Dolittle milik Kanto sendiri. Pikachu dalam film ini dapat berbicara.

Sumber keanehan yang memicu perdebatan fan di media sosial adalah Pikachu berbicara dengan suara Ryan Reynolds. Kini dia berbagi suara dengan Deadpool. Pikachu hanya pernah berkata “Pika-pika! Chuu!" di anime terdahulu. 

Lalu, Pokémon ditampilkan memiliki rambut dan kulit yang tampak alami. Hal ini tampaknya tak terbayangkan di benak para penggemar bahwa Pikachu berambut.

Mr Mime juga memiliki wajah plastis yang luar biasa. Charizard juga tampak menakutkan sebagai naga yang bersisik. Sedangkan Jigglypuff memiliki bulu dengan rambut keriting layaknya pada manusia. 

 

The Verge mengatakan seharusnya Pokemon tidak terlihat terlalu realistis. Namun, ini juga memunculkan pertanyaan: apa alternatifnya? Kartun Pokemon di dunia nyata ala Space Jam?

Para penggemar Pokémon tidak kecewa dengan trailer yang ditampilkan, justru sebagian besar merespons sangat positif. Film ini akan tayang pada 11 Mei mendatang. Film disebut-sebut tidak hanya hanya akan disesaki anak-anak, tapi juga mereka yang berusia 20-an dan awal 30-an untuj bernostalgia.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA