Friday, 14 Sya'ban 1440 / 19 April 2019

Friday, 14 Sya'ban 1440 / 19 April 2019

Epy Kusnandar Minder Perankan Tokoh Utama

Kamis 10 Jan 2019 20:48 WIB

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Aktor film dan sinetron Epy Kusnandar

Aktor film dan sinetron Epy Kusnandar

Foto: ist
Epy mengaku masih perlu beradaptasi dengan cara kerja dunia film.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Serial Preman Pensiun tidak lama lagi akan tayang dalam versi layar lebar. Film itu pun menjadi film pertama bagi aktor Epy Kusnandar berperan sebagai karakter utama. 

Saat didapuk memerankan tokoh sentral di film tersebut, Epy pun mengaku sempat minder atau kurang percaya diri. Sebabnya, selama ini di banyak film Epy lebih sering mendapatkan peran figuran dan pembantu.

"Biasanya karakter utama memiliki tampang yang keren, namun sutradara meyakinkan berkali-kali bahwa saya bisa, akhirnya saya percaya diri," kata Epy saat ditemui di acara Press Screening Preman Pensiun, Kamis (10/1).

Epy mengaku banyak belajar dari aktor zaman dulu yang memang memiliki kualitas baik dalam berakting meski memiliki tampang yang standar. Menurut Epy, bagaimana pun kualitas seorang aktor dilihat dari kemampuan aktingnya. 

Epy mengaku tantangan menjadi pemeran utama cukup besar karena harus berhadapan dengan berbagai lawan main. Menurut Epy, menghidupkan karakter utama juga memerlukan kerja sama dari aktor pemeran karakter lawan.

Apalagi, Epy masih perlu beradaptasi dengan cara kerja dunia film. Meski kelihatannya hampir sama, menurut Epy, cara kerja film dan sinetron sangat jauh berbeda. Epy harus latihan lebih keras untuk menghidupkan karakter utama ini.

Dia bahkan tidak enggan untuk langsung terjun ke pasar dan terminal demi mempelajari langsung kehidupan para preman. Sehingga, ketika syuting sudah tidak ada masalah dengan karakter. 

"Setiap hari saya harus berperan sebagai Muslihat di kehidupan nyata. Kalau di film Kang Mus berbisnis kecimpring saya juga belajar berbisnis," ujar Epy. 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA