Friday, 12 Jumadil Awwal 1440 / 18 January 2019

Friday, 12 Jumadil Awwal 1440 / 18 January 2019

Ifa Fachir Garap Musik untuk Film Keluarga Cemara

Sabtu 22 Dec 2018 00:25 WIB

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Indira Rezkisari

Pemeran film Keluarga Cemara, Ringgo Agus Rahman (kanan), Nirina Zubir (kiri), Adhisty Zara (kedua kiri) dan Widuri Putri (kedua kanan) memberikan keterangan kepada media pada acara gala premier film Keluarga Cemara di Jakarta, Kamis (20/12).

Pemeran film Keluarga Cemara, Ringgo Agus Rahman (kanan), Nirina Zubir (kiri), Adhisty Zara (kedua kiri) dan Widuri Putri (kedua kanan) memberikan keterangan kepada media pada acara gala premier film Keluarga Cemara di Jakarta, Kamis (20/12).

Foto: Antara/Muhammad Adimadja
Ifa ternyata kecanduan mengerjakan ilustrasi musik sinema.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Musisi Ifa Fachir dipercaya menggarap musik untuk film Keluarga Cemara. Selain mengaransemen ulang lagu "Harta Berharga" yang sangat identik dengan film, Ifa juga mengerjakan ilustrasi musik pada sinema.

"Ini pertama kalinya saya dipercaya mengerjakan lagu tema dan ilustrasi musik sekaligus. Tidak gampang tapi lumayan bikin kecanduan," ungkap pria 35 tahun asal Jakarta itu.

Dalam film, lagu ikonik "Harta Berharga" dilantunkan penyanyi Bunga Citra Lestari. Selain itu, Ifa juga menciptakan lagu baru berjudul "Seperti Cemara" yang dinyanyikan Zara JKT 48 dan Widuri Putri Sasono, pemeran Euis dan Ara.

Ifa menceritakan, tembang itu lahir tatkala dia membaca naskah film yang menurutnya sangat menginspirasi. Terlebih, saat skenario diterjemahkan menjadi adegan visual oleh sutradara Yandy Laurens.

Setiap hubungan antartokoh mendasari Ifa menggagas ilustrasi musik dalam film. Ada momen di mana musiknya mewakili rasa terharu, senang, sedih, bahkan kelucuan yang sepele alias 'receh'. Semua menjadi hal baru bagi Ifa.

Keluarga Cemara juga menjadi debut penyutradaraan film panjang pertama bagi sineas Yandy Laurens. Dia menceritakan bahwa pada 2016 produser Angga Dwimas Sasongko mengajaknya terlibat dalam proyek film.

Tidak hanya sebagai sutradara, Yandy juga menulis skenario bersama Gina S Noer. Dia sangat menikmati seluruh proses kreatif bersama tim. Film dianggapnya cocok sebagai tontonan segala usia yang akan merekatkan hubungan keluarga.

"Kekuatan dalam film ini adalah adanya berbagai sudut pandang lintas generasi. Anak bisa mengerti sudut pandang orang tua dan anak bisa mengerti apa yang dilakukan orang tua adalah demi kebaikan mereka," kata dia.  

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES