Sunday, 16 Sya'ban 1440 / 21 April 2019

Sunday, 16 Sya'ban 1440 / 21 April 2019

Sajian Kaya Rasa Aruna dan Lidahnya

Jumat 21 Sep 2018 12:47 WIB

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Indira Rezkisari

Aruna dan Lidahnya.

Aruna dan Lidahnya.

Foto: dok Palari Films
Film seakan bercerita hidup itu seperti makanan yang memiliki banyak rasa.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menyimak film Aruna dan Lidahnya ibarat menyantap seporsi makanan kaya rasa. Penonton bisa merasakan kompleksnya gabungan rasa manis, pahit, getir, asin, juga asam, dalam film yang siap disajikan untuk publik mulai 27 September 2018 itu.

Kisah berfokus pada sosok sentral Aruna Rai (Dian Sastrowardoyo), seorang ahli wabah. Kantor tempat Aruna bekerja menugaskan dia bertandang ke Surabaya, Pamekasan, Singkawang, dan Pontianak untuk melakukan investigasi kasus flu burung.

Investigasi Aruna berjalan paralel dengan petualangan kuliner bersama sahabatnya, Bono (Nicholas Saputra). Teman baiknya yang berprofesi sebagai chef itu sengaja ikut untuk menjajal makanan khas di empat kota tersebut.

Di tengah perjalanan, duo itu bertambah menjadi kuartet. Ada Nad (Hannah Al Rasyid) yang baru tiba dari luar negeri dan sengaja diundang datang oleh Bono, juga Farish (Oka Antara), rekan kerja Aruna yang mendadak ditugaskan menangani hal sama.

Interaksi mereka berempat di tengah pekerjaan dan wisata kuliner menjalin cerita menarik. Sinema besutan Palari Films arahan sutradara Edwin tersebut mengombinasikan kuliner, cinta, persahabatan, dan hal serius seperti intrik perusahaan.

Daya tarik utama film adalah sosok empat pemeran utama yang digambarkan memiliki karakter amat berlainan. Ada konflik terkait percintaan dan sikap "benci-tapi-rindu" di antara para tokohnya. Menguatkan aspek drama, sekaligus membuat penonton geregetan.

Perpaduan makanan lezat dan obrolan berkelas dalam dialog pun menjadi daya tarik lain. Penonton dipastikan menelan liur saat rawon, nasi goreng, pengkang, choi pan, campur lorjuk, dan rupa-rupa menu makanan Indonesia hadir menggiurkan pada layar.

Perpaduan sisi romantis, representasi kalangan dewasa muda ibu kota, serta gambaran kekayaan kuliner Tanah Air memang memikat. Namun, butuh cukup kedewasaan cara berpikir untuk menghikmati pesan-pesan dalam film untuk 17 tahun ke atas ini.

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA