Selasa, 5 Syawwal 1439 / 19 Juni 2018

Selasa, 5 Syawwal 1439 / 19 Juni 2018

Pemutaran Perdana Film 212, Penonton Padati Bioskop

Rabu 09 Mei 2018 19:24 WIB

Rep: Adinda Pryanka/ Red: Friska Yolanda

Produser dan pemain film 212 The Power of Love menggelar jumpa pers.

Produser dan pemain film 212 The Power of Love menggelar jumpa pers.

Foto: Dok Warna Film
Banyak masyarakat yang kehabisan tiket.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Lebih dari 50 ribu orang menonton film 212 The Power of Love pada pemutaran perdananya, Rabu (9/5). Bahkan, menurut Produser Eksekutif Film 212 The Power of Love, Erick Yusuf, jumlah penonton di hari pertama ini bisa mencapai 100 ribu orang. Mereka tersebar di berbagai kota di Indonesia, dari Jabodetabek hingga Solo dan Makassar.

Menurut Erick, besarnya animo ini karena banyak umat yang sangat penasaran dan menantikan cerita 212 The Power of Love. Tidak hanya di hari pertama, ia berharap antusiasme masyarakat bisa terus dirasakan sampai beberapa waktu ke depan.

"Kalau tembus sampai 7 juta penonton, saya yakin film religi akan semakin banyak di bioskop kita," tuturnya ketika dihubungi Republika.co.id, Rabu (9/5).

Saking tingginya antusiasme masyarakat, Erick mendapat kabar dari teman-teman bahwa banyak di antara mereka yang tidak mendapat layar. Nada kekecewaan sempat didengar Erick dan kru film 212 The Power of Love lain. Ia mengimbau kepada masyarakat untuk mencoba menonton keesokan hari sembari menikmati libur nasional atau pada akhir pekan bersama keluarga.

Selain itu, Erick juga meminta kepada pihak bioskop untuk menambah layar guna mewadahi animo masyarakat yang besar. Sejauh ini, film 212 The Power of Love ditampilkan di 60 layar di seluruh Indonesia. "Kami butuh dukungan bahwa film ini memiliki potensi. Kita harus perlihatkan ketika umat dukung film, ini akan jadi besar dan mengalihkan film-film yang menampilkan setan," ujar pimpinan Yayasan iHAQI Indonesia ini.

Erick mengakui, pihaknya sudah memberi presentasi dan keyakinan pada pihak bioskop untuk menambah layar. Tapi, karena harus berbagi dengan film lain termasuk blockbuster The Avengers: Infinity War, 212 permintaan itu sulit direalisasikan.

Terlepas dari keterbatasan layar, Erick tetap mengajak masyarakat untuk menonton 212 The Power of Love. Sebab, film ini meluruskan Islam yang betul-betul memperlihatkan antikekerasan, bukan antibineka dan radikal. "Film ini memperlihatkan bahwa Islam cinta damai, tertib dan menyebarkan kebaikan," ucapnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES