Saturday, 28 Jumadil Akhir 1441 / 22 February 2020

Saturday, 28 Jumadil Akhir 1441 / 22 February 2020

The Hurricane Heist: Kisah Kakak Beradik Hadapi Badai

Rabu 28 Mar 2018 07:01 WIB

Rep: Noer Qomariah K/ Red: Indira Rezkisari

The Hurricane Heist

The Hurricane Heist

Foto: Entertainment Studios Motion Pictures
Badai tak cukup memporakporandakan kota tapi juga mengundang perampok.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- The Hurricane Heist sudah dirilis sejak Selasa (27/3) di bioskop Indonesia. Film berdurasi 103 menit ini bisa menjadi pilihan tontonan bagi penyuka genre action thriller.

Diproduksi oleh Entertainment Studios Motion Pictures, The Hurricane Heist mengisahkan tentang kakak beradik bernama Breeze dan Will Rutledge yang melarikan diri dari Badai Tammy yang terjadi di Gulfport Alabama sewaktu mereka kecil. Di perjalanan menyelamatkan diri bersama sang ayah, mereka bertiga mengalami kecelakaan di tengah badai.

Usai menemukan tempat berlindung, ayah Breeze dan Will memperbaiki mobil mereka yang rusak. Tak lama, sang ayah meninggal tertimpa reruntuhan karena pengaruh badai Tammy yang semakin mendekat.

Bertahun-tahunkemudian, Breeze (Ryan Kwanteen) menjadi ahli mesin. Sementara, Will (Toby Kebbell) memiliki pekerjaan sebagai ahli meteorologi.

Di masa ini, mereka berdua harus berurusan kembali dengan Badai Tammy yang akan menyerang tempat mereka. Will kemudian berusaha memperkirakan kekuatan dan besaran badai Tammy sebelum bencana itu benar-benar menyerang.

Satu per satu warga Gulfport Alabama mulai dievakuasi. Keadaan kota di negara bagian Amerika Serikat ini menjadi sepi.

Kondisi ini dimanfaatkan oleh komplotan penjahat yang ingin mencuri uang senilai 600 juta AS dari fasilitas perbendaharaan negara. Mereka bekerja sama dengan pasangan peretas dan berhasil masuk ke dalam fasilitas tersebut.

Namun persembunyian bawah tanah atau bunker tempat menyimpan uang tersebut tidak bisa terbuka karena akses sandi sudah diubah oleh seorang agen bernama Casey Corbin (Maggie Grace). Casey kemudian meminta bantuan pada Breeze dan Will usai mengubah sandi.

Hanya tinggal mereka bertiga dan komplotan penjahat yang tersisa di Gulfport. Casey, Will, danBreeze harus menyelamatkan uang 600 juta dolar AS dari para penjahat sekaligus menyelamatkan diri dari badai.

Sebagai film yang mengisahkan perampokan di tengah badai, adegan aksi dalam film ini tersaji dengan apik. Dengan kualitas audio yang baik, penonton akan fokus menyimak pertarungan antara sekelompok perampok dan tiga orang tokoh protagonis (Casey, Breeze, dan Will) di film besutan sutradara Rob Cohen ini.

The Hurricane Heist juga menyinggung soal hubungan persaudaraan yang erat antara Breeze dan Will. Mereka berdua saling menyelamatkan satu sama lain agar kematian anggota keluarga tidak kembali terulang.

Namun sayangnya, efek visual badai yang disajikan di The Hurricane Heist terbilang kurang memukau. Akhir cerita dari film ini juga terasa datar-datar saja setelah serangkaian aksi tembak-tembakan yang dilakukan antara tiga tokoh protagonis dan kelompok penjahat.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA