Saturday, 9 Syawwal 1439 / 23 June 2018

Saturday, 9 Syawwal 1439 / 23 June 2018

Cerita Musikal Pengky Si Biang Kerok

Ahad 25 February 2018 12:31 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Indira Rezkisari

Peluncuran teaser trailer film Benyamin: Biang Kerok di Karnos Studio, Rabu (24/1)

Peluncuran teaser trailer film Benyamin: Biang Kerok di Karnos Studio, Rabu (24/1)

Foto: Republika/Noer Qomariah Kusumawardhani
Pengky berusah mencegah penggusuran kampung sekaligus mendapatkan cinta Aida.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Seorang pria berjas dan berdasi dengan gagahnya masuk ke kasino untuk bermain dengan bandar judi terkaya. Tora Sudiro ia memerkenalkan dirinya. Di tengah permainan, kedoknya terbongkar dan polisi datang. Dari kedoknya sebagai Tora Sudiro, ia melepas topengnya. Pengky (Reza Rahadian) berhasil mengambil uang dari bandar judi untuk nanti seluruhnya diberikan sebagai bagian dari prasyarat agar pengembang tak menggusur rumah rusun.

Film semi-musikal naungan Falcon Picture dengan judul Benyamin Biang Kerok, menceritakan kisah Pengky (Reza Rahadian) dengan seorang ibu terkaya (Meriam Berlina) dan ayah (Rano Karno) sang jawara silat Betawi yang memilih hidup sederhana. Pengky merupakan sosok pemuda yang peduli akan lingkungannya, terlihat juga dari upayanya mencegah penggusuran kampung dan menolong seorang tetangganya (Omas) dengan memberikan modal untuk berdagang.

Di tengah cerita, sosok Pengky akhirnya bertemu dan jatuh hati pada seorang artis ibu kota bernama Aida (Delia Husein). Ia berniat mendapatkan perhatian balasan dari pujaan hatinya tersebut.

Di satu sisi, Aida telah diancam untuk dikawin paksa oleh seorang bos mafia dan bandar judi terkaya bernama Said Toni Rojim (Haji Qomar). Sehingga Pengky pun berupaya melepaskan Aida dari masalah tersebut. Bersama kedua temannya, Somad (Adjis Doa Ibu) dan Aci (Aci Resti), Pengky menjalankan misi agar Aida bisa terlepas dari ancaman kawin paksa Said sang bos mafia.

Sang sutradara Hanung Bramantyo, menempatkan aspek musikal yang begitu apik. Sentuhan musikal ditata Hanung bersama para dancer yang syuting dalam sehari hanya satu lagu.

Bersama para pemain pendukung yang mengundang tawa, film yang akan tayang serempak 1 Maret mendatang ini akan menghibur masyarakat dengan celetukan-celetukan lucu yang tidak mainstrem dan pastinya tidak basi. Hanung juga memasukkan unsur-unsur politik, sosial dan budaya dalam film Benyamin Biang Kerok. Film ini terbagi menjadi dua bagian cerita yang terpisah dengan kelanjutan film berikutnya akan tayang di akhir Desember 2018.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES