Tuesday, 16 Rabiul Akhir 1442 / 01 December 2020

Tuesday, 16 Rabiul Akhir 1442 / 01 December 2020

Korea Adaptasi Film Horor dari Novel Prancis

Senin 10 Aug 2015 16:16 WIB

Rep: Qommarria Rostanti/ Red: Winda Destiana Putri

Perfect Proposal

Perfect Proposal

Foto: Google

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebagai salah satu wujud perayaan Asian Fear Fest (AFF) 2015, Thrill menghadirkan film horor berjudul Perfect Proposal.

Film korea bergenre crime-thriller romantis ini diadaptasi dari novel klasik Prancis karya Catherine Arley berjudul La Femme de paille.

Film yang tayang perdana pada Jumat (14/8) pukul 22.00 WIB ini dibintangi oleh aktor Yoo Yeon-seok yang terkenal dengan film Whistle Blower dan aktris cantik Lim Soo-Jung yang dikenal lewat film horor A Tale of Two Sisters.

Yoo Yoen-seok berperan sebagai Sung-yeol yakni seorang asisten eksekutif pria kaya pemilik kasino. Sedangkan Lim Soo-Jung berperan sebagai Ji-yeon, seorang wanita muda cantik yang ditipu oleh rekan bisnisnya hingga terlilit oleh utang.

Suatu hari, Sung–yeol yang baik hati memberikan penawaran menarik yakni gaji per bulan sebesar 5000 dolar AS untuk tinggal di atas yacht mewah dan merawat Direktur Cenado, perusahaan perkapalan dan operator kasino terkemuka. Tak ada pilihan lain untuk mundur, dia menuruti dan merawat sang direktur yang sakit dan sulit dihadapi.

Ji-yeon perlahan mendapat perhatian dari Sung-yeol dan direktur. Ragu-ragu antara kesempatan 'mengamankan' masa depannya atau cinta. Seiring dengan ketegangan yang memuncak diantara orang-orang di yacht, tak ada dari mereka yang bisa menebak hasilnya.
 
Memainkan peran ini sama sekali tidak mudah bagi Lim Soo-Jung. "Tapi saya adalah orang yang menerima tantangan daripada menghindarinya. Bagian tersulit adalah keseimbangan menampilkan dirinya yang sebenarnya dan bagaimana ia menutupi rencananya," ujarnya dalam siaran pers yang diterima ROL, Senin (10/8).
 
Emosi Lim naik turun selama proses syuting. Ia merasa tidak ada jawaban yang benar untuk apa yang seharusnya dilakukan dan itu membuatnya khawatir. "Saya memutuskan untuk menghapus hal-hal yang sudah saya persiapkan dan membawa perasaan dan sentimen baru untuk karakter ini," kata dia.

Menurutnya bagian paling menantang dari film ini adalah senyum yang selalu Jiyeon bawa. Jiyeon adalah perempuan yang sangat rumit dan tidak seorang pun tahu gerakan atau rencana ia selanjutnya. Dia juga perempuan yang penuh ambisi dan berhasrat tinggi, namun sulit untuk menampilkan emosi dan perasaannya.

Bagian teristimewa dalam film ini adalah adegan dimana ia membawa mayat si direktur. "Adegan itu penuh tekanan dan sangat melelahkan. Itu adalah adegan tersulit bagi saya selama proses pembuatan film," ucapnya.

Walaupun film ini adalah adaptasi dari novel, ia pikir film ini memiliki karakter tersendiri. "Ketika saya memainkan peran, saya singkirkan kualitas yang ada dalam peran-peran saya yang dulu dan betul-betul memainkan peran baru sepenuh hati," kata Lim.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

 

BERITA LAINNYA