Selasa, 12 Rabiul Awwal 1440 / 20 November 2018

Selasa, 12 Rabiul Awwal 1440 / 20 November 2018

'12 Menit: Kemenangan untuk Selamanya', Film tentang Marching Band Pertama di Indonesia

Ahad 26 Jan 2014 09:10 WIB

Red: Hazliansyah

12 Menit: Kemenangan untuk Selamanya

12 Menit: Kemenangan untuk Selamanya

Foto: ist

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tema di perfilman di Indonesia kian beragam. Kali ini giliran film yang mengangkat tema tentang marching band di Indonesia, berjudul "12 Menit: Kemenangan Untuk Selamanya".

Film ini diangkat dari kisah nyata tentang kehidupan anak-anak marching band di Kota Bontang, Kalimantan Timur yang tergabung dalam Marching Band Bontang Pupuk Kalltim (MBBPKT). Mereka berjuang dengan latihan keras selama ribuan jam untuk tampil hanya 12 menit di kejuaraan tingkat nasional.

"Saya lihat marching band di Indonesia itu luar biasa, tapi kenapa nggak ada gaungnya. Akhirnya saya terpikir untuk mengangkat kisah marching band dalam film," ujar Regina Septapi selaku sutradara dalam jumpa pers film tersebut, beberapa waktu lalu di Jakarta.

Disutradarai oleh Hanny R Saputra, "12 Menit: Kemenangan Untuk Selamanya" bercerita tentang tiga anak muda Elaine (Amanda Sutanto), Lahang (Hudri) dan Tara (Arum Sekarwangi). Ketiganya berasal dari latar belakang yang berbeda tapi memimpikan sesuatu yang sama. Mereka sama-sama ingin mendapat pengakuan dan mencapai impian sesuai ukuran masing-masing.

Lahang misalnya, remaja keturunan dayak yang hidup dalam adat dayak yang sangat kental. Semua perilaku kehidupan mereka harus berdasarkan adat Dayak. Kendati demikian Lahang memiliki angan-angan, yaitu pergi ke Jakarta dan melihat puncak monas, seperti mimpi almarhum ibunya.

Berbeda dengan Tara, gadis manis yang mengalami masalah pendengaran. Gadis ini kehilangan pendengaran bersamaan dengan meninggalnya sang ayah dalam satu kecelakaan mobil. Ia juga harus kehilangan sang Ibu karena hendak melanjutkan sekolah ke luar negeri. Tara akhirnya dititipkan di rumah oma dan opanya. Tara merasa dibuang oleh ibunya dan sekaligus menjadi penyebab kematian ayahnya.

Dari dua karakter itu, Elaine memiliki keluarga yang masih lengkap. Hanya saja ayahnya sangat keras dan mendahulukan semua atas kepentinganya sendiri.

Ketiganya bertemu dalam satu grup marching band besar yang sedang fiatnya berlatih untuk kejuaraan nasional di bawah pimpinan Rene (Titi Rajo Bintang) yang sangat disiplin, non toleran dan keras. Tiga pribadi yang berbeda dengan permasalahan berbeda pula ini digembleng oleh Rene, untuk memenuhi ego Rene yang ingin memenangan Grand Prix Marching Band tingkat nasional.

"Ini adalah kesempatan bagi saya untuk membuat film yang memberikan semangat atau motivasi mengejar impian. Ini juga sebuah taruahan buat saya apakah bisa membuat film yang bisa memberi inspirasi," ujar Hanny R Saputra selaku sutradara.

Bagaimana kelanjutan kisah mereka? Film "12 Menit: Kemenangan Untuk Selamanya" akan tayang mulai 29 Januari 2014.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES