Friday, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 December 2019

Friday, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 December 2019

Donny Damara Gusur Andy Lau Sabet 'Best Actor'

Rabu 09 May 2012 12:51 WIB

Rep: Qommarria Rostanti/ Red: Yudha Manggala P Putra

Donny Damara dalam Lovely Man

Donny Damara dalam Lovely Man

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Kabar gembira datang dari dunia perfilman Indonesia. Aktor senior Indonesia, Donny Damara berhasil menyabet penghargaan kategori 'Best Actor' dalam ajang Asian Film Award keenam.

Dalam acara yang digelar di Hongkong tersebut, pria kelahiran 12 Oktober 1966 ini bahkan berhasil menggusur aktor kawakan mandarin Andy Lau dalam "A Simple Life".

Perannya sebagai transgender dalam film 'Lovely Man' menghantarkan Donny memperoleh penghargaan film bergengsi tahunan ini. 

Akting Donny diakui patut diacungi jempol. Donny berhasil membuat tokoh Ipuy (seorang waria) menjadi hidup. Cara bicara serta gesture tubuh yang ia tonjolkan dalam film garapan sutradara Teddy Soeriaatmadja tersebut bisa merubah pandangan penonton terhadap image Donny yang macho.

"Ini bukti film Indonesia sudah bisa bicara di dunia internasional," ucapnya saat ditemui di XXI Senayan City, Selasa (9/5) malam.

Lulusan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Indonesia (UI) ini mengaku tidak mudah memerankan karakter Ipuy. Pasalnya Donny harus bisa mengakomodir dua sisi kehidupan menjadi satu. 

"Di satu sisi, saya berperan sebagai transgender. Tapi di sisi lain, karakter seorang ayah juga muncul di sini, itu yang tidak mudah," ujarnya.

Tak hanya itu, Donny juga mengaku kesulitan saat mengenakan sepatu hak tinggi yang terus dipakainya dalam film ini. Namun perjuangan Donny tidaklah sia-sia. 

Lovely Man

"Lovely Man", mengisahkan pertemuan antara ayah dan anak yang telah terpisah selama 15 tahun. Sang anak bernama Cahaya tinggal bersama dengan ibunya di Purwakarta. Sementara ayah, Saiful (Ipuy) telah berubah menjadi waria di Jakarta.

Terdapat konflik ketika Ipuy tak suka dengan ulah Cahaya menyusulnya ke ibu kota. Ipuy pun sempat meyuruhnya kembali ke kampung. 

Film memanas ketika Ipuy harus menghadapi kebrutalan preman. Ipuy sempat dihajar para preman lantaran dirinya telah mengambil uang Rp 30 juta dari bos preman, yang telah menjadi langganannya.

Awalnya uang ini akan digunakannya untuk operasi kelamin di Surabaya. Namun pertemuannya selama semalaman dengan Cahaya membuat Ipuy mengurungkan niatnya. Uang Rp 30 juta tak jadi digunakan untuk operasi kelamin, melainkan diberikan kepada Cahaya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA