Sunday, 21 Ramadhan 1440 / 26 May 2019

Sunday, 21 Ramadhan 1440 / 26 May 2019

Dewa 19 Bagai Sayur Kurang Garam Tanpa Ahmad Dhani

Selasa 29 Jan 2019 23:09 WIB

Red: Andi Nur Aminah

Vonis 1,6 Tahun Ahmad Dhani. Musisi Ahmad Dhani bersiap mengikuti sidang putusan kasus ujaran kebencian di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (28/1/2019).

Vonis 1,6 Tahun Ahmad Dhani. Musisi Ahmad Dhani bersiap mengikuti sidang putusan kasus ujaran kebencian di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (28/1/2019).

Foto: Republika/ Wihdan
Ari Lasso mengataka posisi Dhani tidak bisa digantikan oleh siapa pun.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ahmad Dhani adalah sosok kunci di Dewa 19. Tanpa kehadirannya grup musik itu seperti sayur kurang garam. Hal itu disampaikan Ari Lasso, salah satu persobel Dewa 19, tanpa ragiuy, tabpa ceburu.

Menurut Ari Lasso, sahabat dan rekan satu band Ahmad Dhani, posisi Dhani tidak bisa digantikan oleh siapapun. "Seperti sayur kurang garam. Karena suara dia itu, kalau sama saya, dia lagi nge-'backing', suara saya itu seperti Freddie Mercury di-'backing' sama Brian May, yang enggak bisa digantikan main keyboardnya. Permainan keyboardnya tak tergantikan," kata Ari, Selasa (29).

Menurut Ari, ketidakhadiran Dhani dalam setiap konser Dewa 19 mendatang akan menimbulkan kepincangan.

"Secara musikal pincang, secara 'image', secara aura pincang. Sejak aku ikut reuni meski pun Dhani sekarang tidak banyak peranan di panggung, tidak banyak ngomong, tidak banyak gerak tapi energi dia, permainan dia dan sosok dia itu besar. Energinya besar," jelas Ari.

Meski demikian, konser reuni Dewa 19 yang melibatkan Ari Lasso dan juga Once Mekel di Stadium Malawati Shah Alam, Malaysia pada 2 Februari mendatang akan tetap berjalan. "Sebenarnya ini yang kedua tanpa Dhani. Yang pertama di Melbourne, waktu Dul kecelakaan, kita harus konser di Melbourne. Tapi itu kayak konser-konseran. Itu tidak terlalu terasa, kalau yang ini kan terasa karena ini konser besar," ujar Ari.

 

 

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA