Monday, 3 Rabiul Akhir 1440 / 10 December 2018

Monday, 3 Rabiul Akhir 1440 / 10 December 2018

Hilary Duff Akui Minum Smoothie Plasentanya

Selasa 13 Nov 2018 05:05 WIB

Rep: Santi Sopia/ Red: Ani Nursalikah

Hilary Duff.

Hilary Duff.

Foto: Reuters/Danny Moloshok
Duff enggan mengonsumsi plasenta ini dalam bentuk kapsul.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Meminum plasenta sendiri sehabis melahirkan di kalangan selebriti dunia memang semakin menjadi tren. Kali ini, Hilary Duff juga menjadi salah satu selebriti yang memuji konsumsi plasenta ini setelah menyambut anak keduanya, Banks Violet Bair, bulan lalu.

Namun, Duff enggan mengonsumsi plasenta ini dalam bentuk kapsul seperti pada umumnya. Ia lebih memilih meminumnya seperti smoothie.

Dalam sebuah wawancara dengan podcast AS, Berlin Informed Pregnancy, aktris ini mengungkapkan belum memiliki smoothie yang menyenangkan sejak ia berusia 10 tahun. Ini mengartikan smoothie plasenta menjadi yang paling spesial dalam hidupnya.

Mantan bintang 'Lizzie McGuire' menambahkan dia juga mencampur sisa plasenta dengan es batu sebagai 'kudapan', tapi bukan dalam bentuk tablet atau kapsul.

"Saya mendengar sesuatu yang aneh tentang pil. Saya mendengar itu tidak ideal," katanya, dilansir di Yahoo.

 

 

 

 

 

View this post on Instagram

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Night night world ✌🏻✨

A post shared by Hilary Duff (@hilaryduff) on

Plasenta adalah organ yang melekat pada lapisan rahim selama kehamilan untuk memberikan oksigen dan nutrisi kepada bayi. Plasenta disebut dapat dikonsumsi mentah atau dimasak. Namun, metode yang paling populer adalah mengeringkan organ sebelum menjadikannya ke dalam bentuk kapsul.

Konsumsi plasenta telah lama digembar-gemborkan bermanfaat bagi kesehatan, termasuk dapat membantu mencegah depresi postpartum, membantu produksi air susu ibu dan mengurangi rasa sakit setelah melahirkan. Terlepas dari kontroversial tren meminum plasenta, ada sedikit bukti ilmiah untuk mendukung manfaat kesehatan itu.

Pada 2015, sebuah peninjauan oleh para peneliti di Sekolah Kedokteran Northwestern University Feinberg di Chicago menemukan tidak ada bukti yang cukup untuk menunjukkan makan plasenta memberikan manfaat kesehatan bagi ibu baru. Tim menyimpulkan dalam catatan penelitian mereka meskipun ada sejumlah informasi yang tersedia untuk masyarakat tentang manfaat terapeutik placentophagy, tidak ada bukti ilmiah soal dampaknya pada manusia.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES