Rabu, 16 Muharram 1440 / 26 September 2018

Rabu, 16 Muharram 1440 / 26 September 2018

Prediksi Biaya Pabrik Cokelat Willy Wonka di Dunia Nyata

Ahad 25 Februari 2018 04:21 WIB

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Gita Amanda

Willy Wonka and the Chocolate Factory

Willy Wonka and the Chocolate Factory

Foto: ist
Diperkirakan butuh dana Rp 3,06 triliun untuk mewujudkan pabrik cokelat Willy Wonka.

REPUBLIKA.CO.ID, PEORIA -- Film lawas Willy Wonka & Chocolate Factory kerap membuat anak-anak yang menontonnya berimajinasi tentang pabrik cokelat menakjubkan. Apa jadinya jika tempat megah penuh cokelat itu sungguhan ada di dunia nyata?

Sekelompok orang dari perusahaan Advanced Tech Services di Peoria, Illinois, Amerika Serikat, bereksperimen mengenai hal tersebut. Mereka menghitung biaya yang dibutuhkan apabila pabrik itu benar-benar dijalankan.

Berdasarkan estimasi mereka, pabrik akan menghabiskan total biaya mencapai 224,6 juta dolar AS atau sekitar Rp 3,06 triliun. Nominal itu sudah termasuk kertas pelapis dinding yang bisa dimakan, telur angsa emas, dan sungai cokelat yang mengalir.

"Menurut perkiraan kami, sungai cokelatnya saja membutuhkan 150 ribu galon cokelat cair yang perlu dibuat dengan biaya 32,6 juta dolar AS," ungkap Advanced Tech Services dalam sebuah pernyataan, dikutip laman NME.

Belum lagi biaya untuk membuat pabrik terus berjalan secara otomatis dan faktor wow lain dari bangunan tersebut. Namun, semua itu tidak melunturkan daya tarik pabrik impian Wonka dalam benak para penggemar filmnya.

Pada 2016, beredar kabar bahwa Warner Bros merencanakan pembuatan prekuel film Willy Wonka & Chocolate Factory. Proyek film tersebut bakal dipimpin oleh produser David Heyman.

Rumah produksi Warner Bros bahkan sudah membeli kekayaan intelektual dari perwakilan Roald Dahl, sang pencipta tokoh. Film yang rilis pada 1971 tersebut diadaptasi dari buku cerita anak-anak terbitan 1964 karya Dahl.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Peselam Wanita di Saudi Arabia

Selasa , 25 September 2018, 22:23 WIB