Wednesday, 4 Zulhijjah 1439 / 15 August 2018

Wednesday, 4 Zulhijjah 1439 / 15 August 2018

Butet Kertaradjasa Bagi Tips Menggelar Pertunjukan Seni

Rabu 14 February 2018 15:25 WIB

Rep: Eko Supriyadi/ Red: Yudha Manggala P Putra

Butet Kertaredjasa

Butet Kertaredjasa

Foto: Djarumfoundation
Gagasan menarik menurutnya harus dibarengi penyusunan proposal yang baik.

REPUBLIKA.CO.ID,  BALI -- Seniman Butet Kartarajasa berbagi tips bagaimana menggelar sebuah pertunjukan seni yang menarik. Menurut dia, seorang seniman dapat memiliki gagasan menarik tentang pertunjukan seni. 

Namun, apabila hal tersebut tidak dibarengi dengan penyusunan proposal dan penyampaian komunikasi yang baik kepada para mitra maka ide tersebut akan sia-sia.

''Bagi saya, kemampuan berkomunikasi lisan maupun tulisan, dan kesungguhan pada apa yang dilakukan menjadi sesuatu yang penting untuk dikuasai di bidang seni, khususnya seni pertunjukan,'' ucap Butet, dalam konferensi pers Workshop Manajemen Produksi Seni Pertunjukan di GEOKS Art Space, Bali, dalam siaran pers yang diterima, Rabu (14/2).

Sebagai pelaksana, lanjutnya, mitra penonton dan mitra pendukung seperti sponsor atau mitra kerja sama lain. Komunikasi selalu menjadi garda terdepan dalam seni pertunjukan. Kemampuan mengomunikasikan suatu gagasan seni, baik karya, acara, wacana maupun program adalah hal yang penting dalam kehidupan seni, khususnya seni pertunjukan.

Berangkat dari hal tersebut, Bakti Budaya Djarum Foundation bekerja sama dengan Garin Workshop dan Padepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK) menyelenggarakan program Ruang Kreatif dengan tema Workshop Manajemen Produksi Seni Pertunjukan.

Workshop yang akan diselenggarakan di Bali, Malang, Kudus, dan Padang Panjang akan berbagi pengalaman tentang proposal seni pertunjukan bersama Butet Kartaredjasa dan Jeannie Park.

''Workshop ini ditujukan secara khusus bagi pengelola atau pimpinan produksi seni pertunjukan,'' kata Jeannie Park, Direktur Eksekutif di Yayasan Bagong Kussudiardja.

Menurut dia, pimpinan produksi merupakan ujung tombak dalam perwujudan gagasan artistik sang kreator atau sutradara. Pimpinan produksi juga menjadi seseorang yang akan mengatur, dan mengontrol agar sebuah pertunjukan dapat berjalan baik dan lancar.

''Dalam satu hari, workshop manajemen produksi ini akan menghadirkan bincang-bincang, diskusi dua arah untuk saling berbagi pengetahuan terkait dengan komunikasi dan kemitraan,'' ujar Jeannie.

Untuk mengikuti rangkaian Workshop Manajemen Produksi Seni Pertunjukan, para peserta dapat mengirimkan contoh proposal seni pertunjukan dan mengisi formulir dan dikirim melalui email ke ruangkreatif@indonesiakaya.com.

Contoh proposal yang telah dikirimkan sebelumnya akan dibagikan secara acak untuk diamati dan saling dinilai. Proses dan hasil pengamatan akan memicu tanggapan dan saran terkait dari para peserta. Pentingnya media komunikasi, proposal yang baik dalam seni pertunjukan akan diulas dan didiskusikan bersama kepada para peserta workshop.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES