Wednesday, 4 Jumadil Awwal 1443 / 08 December 2021

Wednesday, 4 Jumadil Awwal 1443 / 08 December 2021

Girl Band di Bawah Sony Music Jepang Berseragam Mirip Nazi

Rabu 02 Nov 2016 02:02 WIB

Rep: Crystal Liestia Purnama/ Red: Nur Aini

Salah satu seragam SS Nazi

Salah satu seragam SS Nazi

REPUBLIKA.CO.ID, TOKYO – Sony Music Jepang meminta maaf setelah girl band Keyakizaka46 mengenakan pakaian rok selutut berwarna hitam yang terlihat seperti mantel militer, jubah hitam, dan topi perwira dengan emblem berlambang seperti lambang Nazi dalam konser mereka pada 22 Oktober lalu.

"Kami menyatakan permintaan maaf yang tulus kami karena kurangnya pemahaman kami. Kami menangani insiden dengan serius dan akan berupaya agar tidak terulang di masa depan,” ujar juru bicara Sony Music, Yasuyuki Oshio, seperti dikutip dari Telegraph, Selasa (1/11) waktu setempat.

Yasuyuki mengatakan pihaknya tidak ada niatan untuk menghubungkan penampilan mereka dengan Nazisme.  Akibat pakaian tersebut girl band yang berangotakan sebagian besar remaja itu dikecam publik. Dekan the Simon Wiesenthel Center, Rabbi Abraham Cooper, menyebutkan melihat para remaja putri menari di atas panggung dengan berseragam mirip Nazi dapat melukai korban genosida besar Nazi. The Simon Wiesenthel Center merupakan organisasi hak asasi manusia berfokus pada anti-Semitisme dan kebencian.

Menurut Rabbi, ini bukan kali pertamanya Sony Music meminta maaf atas kostum mirip Nazi yang dikenakan artis mereka. Pada 2011, Sony Music Artist Inc meminta maaf karena sebuah band rock yang mereka kelola mengenakan kostum mirip seragam Nazi saat konser.  Menurut data dari Wiesenthel Center, banyak negara-negara Asia yang kurang sensitif terhadap penggunaan tema Nazi dari Barat. Sebelumnya Wiesenthel Center juga pernah memprotes Korea Selatan dan Thailand.

Menurut The Japan Times, Keyakizaka46, dibentuk pada Agustus 2015 dengan produser Yasushi Akimoto. Single pertama, "Silent Majority," menjadi single nomor satu di tangga lagu Jepang setelah menjual sekitar 260 ribu eksemplar dalam waktu satu pekan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 

BERITA TERKAIT

 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA