Sabtu 16 Dec 2023 09:47 WIB

Prodi Sistem Informasi Universitas BSI Gelar Pembekalan Sertifikasi Bidang Analis Program

220 mahasiswa hadir dalam Workshop Persiapan Sertifikasi Kompetensi Analis Program

Fakultas Teknik & Informatika (FTI) Universitas BSI (Bina Sarana Informatika) program studi (prodi) Sistem Informasi dan prodi Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) telah mengorganisir workshop persiapan sertifikasi kompetensi analis program pada Rabu 6 Desember 2023 secara daring.
Foto: dok UBSI
Fakultas Teknik & Informatika (FTI) Universitas BSI (Bina Sarana Informatika) program studi (prodi) Sistem Informasi dan prodi Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) telah mengorganisir workshop persiapan sertifikasi kompetensi analis program pada Rabu 6 Desember 2023 secara daring.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Fakultas Teknik & Informatika (FTI) Universitas BSI (Bina Sarana Informatika) program studi (prodi) Sistem Informasi dan prodi Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) telah mengorganisir workshop persiapan sertifikasi kompetensi analis program pada Rabu 6 Desember 2023 secara daring. 

Sekitar 220 mahasiswa semester enam dan tujuh berpartisipasi dalam seminar ini, dihadiri oleh Rachmat Hidayat sebagai Assesor BNSP dan dosen Universitas BSI, serta Sriyadi selaku ketua prodi Sistem Informasi Universitas BSI. Sriyadi selaku ketua prodi Sistem Informasi Universitas BSI mengatakan workshop ini merupakan bagian dari serangkaian aktivitas yang diadakan setiap semester oleh prodi. 

“Pengakuan atas keahlian dalam bidang analis program dianggap sebagai potensi yang bermanfaat untuk pengembangan pribadi.

Sriyadi juga menegaskan bahwa kompetensi menjadi bukti kemampuan mahasiswa dalam mengejar pendidikan dan mereka diharapkan untuk mendapatkan sertifikat kompetensi. “Mahasiswa diwajibkan untuk mengikuti proses ujian kompetensi dan sebelumnya akan diberikan pembekalan mengenai analisis program,” tegasnya.

Tujuan kegiatan ini, kata Sriyadi agar mahasiswa memahami tata cara dan menggunakan sistem informasi LSP (Lembaga Sertifikasi Profesi) untuk kegiatan sertifikasi kompetensi (serkom) yang akan diikuti, serta mengetahui dokumen apa saja yang harus disiapkan untuk mengikuti kegiatan serkom.  

“Kegiatan serkom merupakan salah satu syarat mahasiswa dapat mengikuti skripsi. Sertifikat Kompetensi merupakan bukti keahlian dalam bidang tertentu yang dinilai berdasarkan tiga parameter: keterampilan, pengetahuan dan sikap. Sertifikasi kompetensi diatur oleh LSP yang telah berlisensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP),” katanya. 

Sementara itu, Rachmat Hidayat sebagai assesor BNSP menyatakan bahwa mahasiswa Universitas BSI mulai menyiapkan dokumen pendukung yang akan digunakan sebagai bukti yang dapat diunggah selama ujian kompetensi analis program.

“Beberapa dokumen wajib seperti identitas diri dan sertifikat mengikuti pelatihan atau workshop yang relevan dengan skema analisis sistem. Kegiatan sertifikasi kompetensi akan dilaksanakan di awal Januari, sehingga mahasiswa masih memiliki waktu untuk melengkapi dokumen yang tidak dimiliki,” paparnya. 

Diharapkan, workshop persiapan sertifikasi kompetensi analis program ini akan membantu mahasiswa dalam membangun kerangka berpikir yang lebih visioner untuk proyek-proyek mereka.

 

Seberapa tertarik Kamu untuk membeli mobil listrik?

Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
وَلْيَسْتَعْفِفِ الَّذِيْنَ لَا يَجِدُوْنَ نِكَاحًا حَتّٰى يُغْنِيَهُمُ اللّٰهُ مِنْ فَضْلِهٖ ۗوَالَّذِيْنَ يَبْتَغُوْنَ الْكِتٰبَ مِمَّا مَلَكَتْ اَيْمَانُكُمْ فَكَاتِبُوْهُمْ اِنْ عَلِمْتُمْ فِيْهِمْ خَيْرًا وَّاٰتُوْهُمْ مِّنْ مَّالِ اللّٰهِ الَّذِيْٓ اٰتٰىكُمْ ۗوَلَا تُكْرِهُوْا فَتَيٰتِكُمْ عَلَى الْبِغَاۤءِ اِنْ اَرَدْنَ تَحَصُّنًا لِّتَبْتَغُوْا عَرَضَ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا ۗوَمَنْ يُّكْرِهْهُّنَّ فَاِنَّ اللّٰهَ مِنْۢ بَعْدِ اِكْرَاهِهِنَّ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
Dan orang-orang yang tidak mampu menikah hendaklah menjaga kesucian (diri)nya, sampai Allah memberi kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya. Dan jika hamba sahaya yang kamu miliki menginginkan perjanjian (kebebasan), hendaklah kamu buat perjanjian kepada mereka, jika kamu mengetahui ada kebaikan pada mereka, dan berikanlah kepada mereka sebagian dari harta Allah yang dikaruniakan-Nya kepadamu. Dan janganlah kamu paksa hamba sahaya perempuanmu untuk melakukan pelacuran, sedang mereka sendiri menginginkan kesucian, karena kamu hendak mencari keuntungan kehidupan duniawi. Barangsiapa memaksa mereka, maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang (kepada mereka) setelah mereka dipaksa.

(QS. An-Nur ayat 33)

Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement