Jumat 09 Jun 2023 04:47 WIB

400 Ekor Hewan Terinfeksi LSD, Kabupaten Cirebon Masih Tunggu Kiriman Vaksin

LSD sudah menjangkiti sekitar 400 ekor sapi di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Seorang dokter hewan memeriksa mulut sapi sebelum menyuntikkan dosis vaksin mulut dan kuku di sebuah peternakan di Bogor, Jawa Barat.
Foto: EPA-EFE/BAGUS INDAHONO
Seorang dokter hewan memeriksa mulut sapi sebelum menyuntikkan dosis vaksin mulut dan kuku di sebuah peternakan di Bogor, Jawa Barat.

REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON -- Pemerintah Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, masih menunggu kiriman vaksin Lumpy Skin Disease (LSD) mengingat jumlah hewan ternak yang terinfeksi virus tersebut sudah hampir 400 ekor. "Kami saat ini masih menunggu ketersediaan vaksin LSD dari provinsi," kata Sub Koordinator Penanggulangan Penyakit Pengawasan Obat Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon Tuti Susilawati di Cirebon, Jabar, Kamis (8/6/2023).

Tuti mengatakan, di Kabupaten Cirebon, LSD sudah menjangkiti kurang lebih 400 hewan ternak terutama sapi, karena memang virus tersebut menjangkiti hewan ternak dalam jumlah cukup besar. Menurut dia, Pemkab Cirebon masih menunggu kiriman vaksin LSD dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, karena suplai yang didapatkan memang dari provinsi.

Baca Juga

Ia menjelaskan, kebutuhan vaksin LSD cukup banyak, yang mana populasi sapi dan kerbau di daerah itu lebih dari 5.000 ekor, namun yang baru mendapatkan vaksin LSD berjumlah 340 ekor.

"Untuk hewan yang sudah mendapatkan vaksin LSD itu ada 340 ekor, jadi masih banyak yang perlu diproteksi," tuturnya.

Ia menambahkan, terkait pencegahan LSD, pihaknya saat ini tengah melakukan vaksinasi, namun baru 340 ekor saja yang sudah mendapatkan proteksi tersebut. Selain vaksinasi, dalam upaya pencegahan LSD, Distan Kabupaten Cirebon pun melakukan upaya pengobatan dan penyemprotan kandang sapi dengan cairan disinfektan.

"Penanganan LSD ini sama seperti penyakit mulut dan kuku (PMK), jadi kondisi kandang harus bersih dan ketika ada yang terjangkit, harus segera dipisahkan agar tidak menular," katanya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement