Kamis 08 Jun 2023 08:10 WIB

Ilmuwan: Bakteri dan Virus Tertentu Dapat Membantu Manusia Hidup Lebih Lama, Kok Bisa?

Para centenarian memiliki campuran bakteri dan virus di saluran pencernaan mereka.

Rep: Noer Qomariah Kusumawardhani/ Red: Natalia Endah Hapsari
 Ilmuwan dari University of Copenhagen menemukan bahwa mereka yang hidup hingga 100 tahun lebih di Jepang semua memiliki campuran bakteri dan virus di saluran pencernaan mereka./ilustrasi
Foto: Takuto Kaneko/Kyodo News via AP
Ilmuwan dari University of Copenhagen menemukan bahwa mereka yang hidup hingga 100 tahun lebih di Jepang semua memiliki campuran bakteri dan virus di saluran pencernaan mereka./ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA—Rahasia panjang umur manusia mungkin tersembunyi di dalam perut mereka. Ilmuwan dari University of Copenhagen mempelajari 176 centenarian Jepang yang sehat.

Dilansir dari Daily Mail, Kamis (8/6/2023), centenarian adalah populasi langka yang mencapai 100 tahun atau lebih. Ilmuwan tersebut menemukan bahwa mereka semua memiliki campuran bakteri dan virus di saluran pencernaan mereka.

Baca Juga

Studi tersebut menunjukkan bahwa virus tertentu di usus dapat bermanfaat bagi mikrobioma di usus, dan, oleh karena itu, kesehatan manusia. Meskipun tidak mungkin untuk mengubah kecenderungan genetik seseorang, para peneliti berspekulasi bahwa mereka dapat mengubah bioma usus seseorang untuk memasukkan campuran yang unik. “Kami selalu ingin mengetahui mengapa beberapa orang hidup sangat lama,” ujar penulis studi tersebut, Joachim Johansen.

Johansen mengungkapkan penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa bakteri usus warga tua Jepang menghasilkan molekul baru yang membuat mereka kebal terhadap mikroorganisme patogen -yaitu penyebab penyakit. “Dan jika usus mereka lebih terlindungi dari infeksi, maka itu mungkin salah satu hal yang menyebabkan mereka hidup lebih lama dari yang lain,” katanya.

Tim mengembangkan algoritma untuk memetakan bakteri usus dan virus bakteri para centenarian. Hasil ini kemudian dibandingkan dengan sekelompok orang dewasa berusia antara 18 dan 60 tahun.

Johansen mengatakan tim menemukan “keanekaragaman hayati yang besar pada bakteri dan virus bakteri” pada centenarian.

“Keanekaragaman mikroba yang tinggi biasanya dikaitkan dengan mikrobioma usus yang sehat. Kami berharap orang-orang dengan mikrobioma usus yang sehat akan lebih terlindungi dari penyakit yang berkaitan dengan penuaan,” ujar Johansen.

Dia menambahkan bahwa informasi tersebut bisa digunakan untuk meningkatkan harapan hidup orang lain dengan merekayasa mikrobioma ke keseimbangan optimal antara virus dan bakteri untuk melindungi dari penyakit. Tim telah belajar bahwa jika virus mengunjungi bakteri, Johansen menuturkan, itu sebenarnya dapat memperkuat bakteri.

Lebih lanjut, Johansen menjelaskan virus yang tim temukan pada centenarian Jepang yang sehat mengandung gen ekstra yang dapat meningkatkan bakteri. “Kami belajar bahwa mereka mampu meningkatkan transformasi molekul tertentu dalam usus, yang mungkin berfungsi untuk menstabilkan flora usus dan menangkal peradangan,” katanya.

Sebagai contoh, makalah penelitian mengatakan para centenarian menunjukkan hasil metabolisme yang lebih besar dari hidrogen sulfida mikroba, yang dapat “mendukung integritas mukosa dan ketahanan terhadap pathobionts”. Pathobionts adalah patogen yang berasal dari usus. Integritas mukosa mengacu pada ketahanan saluran gastrointestinal (GI) — jalur sistem pencernaan yang mengarah dari mulut ke anus.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement