Ahad 04 Jun 2023 08:28 WIB

50 Personel Diterjunkan Tangani Karhutla di Ring 1 Bandara Kalsel

Kebakaran diduga akibat warga membakar sampah dan diletakkan di lahan rumput.

Petugas berupaya memadamkan kebakaran lahan di kawasan Syamsudin Noor, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Sabtu (14/9/2019).
Foto: ANTARA FOTO
Petugas berupaya memadamkan kebakaran lahan di kawasan Syamsudin Noor, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Sabtu (14/9/2019).

REPUBLIKA.CO.ID, BANJARBARU--Sebanyak 50 orang personel tim gabungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan dan relawan terjun ke lokasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di ring 1 (daerah rawan kebakaran), yakni Bandara Syamsudin Noor. Kebakaran melanda sekitar lima hektare lahan di Kelurahan Landasan Ulin Barat, Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan pada Sabtu (3/6/2023).

"Laporan kami terima masuk sekitar pukul 13.00 Wita dan tim sampai di lokasi sekitar 30 menit," kata koordinator regu tim satgas BPBD Kalsel Baihaqi Saputra di Banjarbaru, Sabtu (4/6/2023).

Baca Juga

Baihaqi menuturkan tim satgas berhasil memadamkan Karhutla sekitar pukul 16.40 WITA. "Kita ada 50 personel gabungan dari BPBD Kalsel, BPBD Kabupaten Banjar beserta para relawan memadamkan api secara bergotong royong," ujarnya.

Baihaqi menuturkan tim sedikit mengalami kendala saat di lapangan karena berada di area gambut dan rawa. Laporan Karhutla diterima bermula dari tim Tanggap Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kalsel melakukan patroli di ring 1 (daerah rawan Karhutla) yakni area Bandara Syamsudin Noor.

Tanpa menunggu lama, seluruh terjun ke lapangan guna memastikan titik lokasi Karhutla. Ia mengatakan penyebab kebakaran belum dapat dipastikan, tetapi diduga karena cuaca ekstrem dan ada dugaan salah seorang warga yang dengan sengaja membakar lahan.

Meski mengalami hambatan di lapangan, timnya berhasil memastikan seluruh api padam. Sementara itu salah seorang petugas di lapangan Rizali mengatakan tim regunya tidak mengalami kendala sehingga mampu dengan cepat mencegah Karhutla semakin luas.

"Dugaan kita ada seorang warga membakar setumpuk sampah dan diletakkan di tengah lahan yang banyak rumput," ujarnya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement