Sunday, 18 Zulqaidah 1445 / 26 May 2024

Sunday, 18 Zulqaidah 1445 / 26 May 2024

Bea Cukai Palangkaraya Temukan Paket Berisi Ganja Melalui Jasa Ekspedisi

Rabu 31 May 2023 17:54 WIB

Red: Gita Amanda

Bea Cukai Palangkaraya berhasil menggagalkan peredaran narkotika, psikotropika, dan prekusor (NPP) berjenis ganja yang ditemukan melalui paket jasa pengiriman, pada Jumat (19/5/2023).

Bea Cukai Palangkaraya berhasil menggagalkan peredaran narkotika, psikotropika, dan prekusor (NPP) berjenis ganja yang ditemukan melalui paket jasa pengiriman, pada Jumat (19/5/2023).

Foto: Bea Cukai
Bea Cukai dapat bukti paket ganja 367 gram di tumpukan baju.

REPUBLIKA.CO.ID, PALANGKA RAYA -- Bea Cukai Palangkaraya berhasil menggagalkan peredaran narkotika, psikotropika, dan prekusor (NPP) berjenis ganja yang ditemukan melalui paket jasa pengiriman, pada Jumat (19/5/2023). 

Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan Bea Cukai Palangkaraya, Nelly Friska Handayani, mengatakan penindakan bermula dari informasi dari masyarakat mengenai pengiriman paket asal Medan tujuan Palangkaraya yang diduga berisi NPP. 

Baca Juga

“Tim Penindakan Bea Cukai Palangkaraya segera berkoordinasi dengan perusahaan ekspedisi tempat mengirim paket yang dimaksud dan berkoordinasi dengan BNNP Kalimantan Tengah untuk melakukan pemeriksaan paket,” ujar Nelly dalam siaran persnya. 

Berdasarkan penindakan tersebut, Bea Cukai Palangkaraya berhasil mendapatkan barang bukti berupa satu paket ganja dengan berat kotor 367 gram yang disembunyikan pada tumpukan baju dan 44,6 gram ganja pada roll aluminium foil. Tim juga berhasil mengamankan seorang pria berinisial AN (23) yang merupakan penerima paket tersebut di Jalan G Obos XIV, Kota Palangkaraya.

Lebih lanjut Nelly mengatakan bahwa terduga pelaku beserta barang bukti telah dilimpahkan ke BNNP Kalteng guna mengungkap siapa pengirim dan akan diedarkan ke mana ganja tersebut. "Ini merupakan wujud kami dalam memerangi NPP di Kota Palangkaraya. Kami akan terus awasi dan tingkatkan kewaspadaan terhadap modus-modus baru peredaran NPP," katanya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
Terpopuler