Rabu 31 May 2023 12:52 WIB

Penanganan Kasus Santri Terserempet Moge, Wagub Jabar: Maaf Lebih Bagus

Wagub menyebut keluarga tersangka sudah berkomunikasi dengan keluarga korban.

Rep: Bayu Adji P/ Red: Irfan Fitrat
Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat (Jabar) Uu Ruzhanul Ulum meninjau kondisi santri korban kecelakaan terserempet moge yang kini masih berada di RSUD dr Soekardjo, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Rabu (31/5/2023).
Foto: Republika/Bayu Adji P
Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat (Jabar) Uu Ruzhanul Ulum meninjau kondisi santri korban kecelakaan terserempet moge yang kini masih berada di RSUD dr Soekardjo, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Rabu (31/5/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA — Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat (Jabar) Uu Ruzhanul Ulum mengomentari penanganan kasus kecelakaan santri yang terserempet pengendara motor gede (moge). Secara pribadi Uu berharap kasus tersebut bisa diselesaikan pihak keluarga tersangka dan keluarga korban, juga pesantren tempat santri itu.

Terkait kasus kecelakaan itu, polisi sudah menetapkan pengendara moge berinisial T (55 tahun) sebagai tersangka. Berdasarkan informasi yang diterimanya, Uu mengatakan, pihak keluarga tersangka sudah berkomunikasi dengan keluarga korban maupun pihak pesantren.

Baca Juga

Alhamdulillah, sudah ada komunikasi dengan keluarga dan pesantren. Keluarga tersangka juga bersedia memberikan perhatian maksimal untuk korban,” kata Uu, seusai meninjau kondisi santri korban kecelakaan di RSUD dr Soekardjo, Kota Tasikmalaya, Jabar, Rabu (31/5/2023).

Sebagai orang pesantren, Uu menilai, memberikan maaf terkait kasus kecelakaan ini akan lebih bagus. “Harapan kami, tidak masuk ke ranah hukum. Kalaupun dia (tersangka) sudah mengakui kesalahan, kemudian ada perhatian, dan yang lainnya, kami sebagai orang pesantren, maaf lebih bagus. Tetapi, kembali kepada keluarga (korban) dan pihak pesantren,” kata Uu.

Berdasarkan pantauan Republika, pada Selasa (3/5/2023), perwakilan keluarga tersangka sudah menjenguk korban di rumah sakit. Perwakilan keluarga tersangka juga menjalin komunikasi dengan keluarga korban dan perwakilan pesantren.

Perwakilan keluarga tersangka, Koko, menyampaikan komitmen keluarganya untuk bertanggung jawab atas kejadian yang dialami santri itu. “Kami, selaku dari keluarga, kami bertanggung jawab sepenuhnya,” ujar dia, selepas menjenguk korban, Selasa.

Koko mengatakan, kejadian ini bisa menjadi pelajaran. “Namanya musibah kita sama-sama tidak ada yang menghendaki. Ini mungkin pelajaran buat kami semua,” ujar Koko.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement