Selasa 30 May 2023 15:58 WIB

Kemendagri Sebut Pertanian Menyumbang Rp 2.000 Triliun untuk Perekonomian Nasional

Sektor pertanian sumber mata pencaharian 26.87 persen total angkatan kerja Indonesia.

Pertanian disebut berkontribusi besar karena mampu menyumbang Rp 2 ribu triliun lebih terhadap perekonomian nasional. (ilustrasi).
Foto: Antara/Arnas Padda
Pertanian disebut berkontribusi besar karena mampu menyumbang Rp 2 ribu triliun lebih terhadap perekonomian nasional. (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengapresiasi capaian sektor pertanian Indonesia selama empat tahun terakhir. Pertanian bahkan disebut berkontribusi besar karena mampu menyumbang Rp 2 ribu triliun lebih terhadap perekonomian nasional.

Demikian disampaikan Inspektur Jenderal Kemendagri Komjen Pol Tomsi Tohir dalam rapat koordinasi pengawasan bidang ketahanan pangan, Selasa (30/5/2023). "Sektor pertanian mampu memberikan kontribusi sebesar Rp 2.428,9 triliun dari nilai total Rp 19 ribu triliun. Ini merupakan sektor yang sangat penting sebagai sumber mata pencaharian 26.87 persen total angkatan kerja kita," ujarnya dalam siaran pers.

Baca Juga

Tomsi mengatakan, saat ini sektor pertanian adalah sektor yang paling strategis karena juga berkontribusi pada ketersediaan pangan berkelanjutan. Tanpa pertanian, Tomsi melanjutkan, Indonesia akan dilanda kelaparan serta ancaman krisis lain yang bisa membahayakan keutuhan bangsa.

"Sektor pertanian berkontribusi besar dalam kesediaan pangan yang berkualitas. Tanpa pertanian yang produktif, kita akan dilanda kelaparan dengan ancaman kelangkaan pangan akibat perubahan iklim atau cuaca ekstrem," katanya.

Ancaman lainnya, kata Tomsi, adalah cuaca ektrem El Nino yang saat ini melanda lahan pertanian Indonesia. Karena itu, Tomsi berharap hal ini bisa menjadi perhatian bersama, termasuk para kepala daerah di seluruh Indonesia. Apalagi, dia menilai cuaca buruk bisa berdampak pada naiknya harga pangan dan langkanya ketersediaan.

"Dampak el nino ini belum datang saja kita sudah merasakan di pasaran harga beras mengalami kenaikan 20-21 persen, apalagi kalau El Nino sudah terjadi. Makanya kita berkumpul hari ini supaya bisa mengantisipasi hal tersebut," katanya.

Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian Kasdi Subagyono mengatakan bahwa sektor pertanian terus mengalami pertumbuhan yang signifikan dari waktu ke waktu. Sebagaimana data BPS Tahun 2020, sektor pertanian menjadi kunci karena mampu tumbuh disaat sektor lainya terkonstraksi akibat pandemi Covid-19.

"Waktu itu hanya satu sektor saja yang tumbuh 16,24 persen. Jadi, ini adalah pertumbuhan dari sektor pertanian yang sangat luar biasa. Ekspor kita dalam tiga tahun meningkat sangat signifikan salah satu yang sangat penting jumlah naiknya sangat luar biasa sebesar 63 persen.

Di sisi lain, Kasdi mengatakan, sektor pertanian mampu mendukung pertumbuhan ekonomi secara konsisten, di mana kontributor utama kedua bagi PDB nasional setelah industri pengolahan dengan nilai 13,28 persen.

"Kemudian tahun 2019-2021 kita berhasil swasembada beras dengan tidak melakukan impor selama tiga tahun berturut-turut. Nah saat ini kita dihadapkan dengan cuaca buruk El Nino yang harus ditangani bersama," katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement