Jumat 26 May 2023 20:59 WIB

Akhir Mei, Aliran Modal Asing Masuk Rp 0,97 Triliun

Nonresiden di pasar keuangan domestik beli neto Rp 0,97 triliun.

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Ahmad Fikri Noor
Layar menampilkan logo Bank Indonesia (BI) di Jakarta, Kamis (17/6/2021). Bank Indonesia (BI) melaporkan terdapat aliran modal asing yang masuk ke pasar keuangan domestik pada keempat Mei 2023.
Foto: ANTARA/Hafidz Mubarak A
Layar menampilkan logo Bank Indonesia (BI) di Jakarta, Kamis (17/6/2021). Bank Indonesia (BI) melaporkan terdapat aliran modal asing yang masuk ke pasar keuangan domestik pada keempat Mei 2023.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bank Indonesia (BI) melaporkan terdapat aliran modal asing yang masuk ke pasar keuangan domestik pada keempat Mei 2023. Berdasarkan data transaksi 22-25 Mei 2023, nonresiden di pasar keuangan domestik beli neto Rp 0,97 triliun.

"Ini terdiri dari jual neto Rp 0,76 triliun di pasar SBN dan beli neto Rp 1,74 triliun di pasar saham," kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam pernyataan tertulisnya, Jumat (26/5/2023).

Baca Juga

Selama 2023, Erwin mengatakan berdasarkan data setelmen hingga 25 Mei 2023, terdapat nonresiden beli neto Rp 68,66 triliun di pasar SBN. Selain itu, BI juga mencatat beli neto Rp 15,53 triliun di pasar saham.

Selain itu, BI juga mencatat premi credit default swap (CDS) Indonesia 5 tahun turun ke level 89,56 basis poin (bps) per 25 Mei 2023. "Penurunan ini dari 90,13 bps per 19 Mei 2023," ujar Erwin.

Bank Indonesia juga mencatat yield SBN 10 tahun stabil pada level 6,41 persen pada akhir Kamis (25/5/2023). Lalu pada Jumat (26/5/2023) yield SBN 10 tahun naik ke level 6,42 persen.

Sementara itu, rupiah ditutup pada level Rp 14.945 per dolar AS pada Kamis (25/5/2023). Selanjutnya rupiah dibuka pada level Rp 14.950 per dolar AS pada Jumat (26/5/2023).

"Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait serta mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan guna mendukung pemulihan ekonomi lebih lanjut," ungkap Erwin.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement