Jumat 26 May 2023 09:34 WIB

Cilacap Terus Kejar Target 98 Persen Capaian Jaminan Kesehatan Nasional

Beberapa upaya dilakukan untuk mencapai target tersebut.

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Yusuf Assidiq
Salah seorang warga peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) ilustrasi
Foto: BPJS Kesehatan
Salah seorang warga peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, CILACAP –- Pemerintah Kabupaten Cilacap mendorong seluruh masyarakat mendapatkan jaminan kesehatan melalui Program JKN (Jaminan Kesehatan Nasional). Hingga 1 Mei 2023, sebanyak 1,6 juta jiwa atau sekitar 80,42 persen telah tergabung JKN.

Penjabat Bupati Cilacap Yunita Dyah Suminar mengatakan untuk mencapai UHC (Universal Health Coverage), Kabupaten Cilacap harus bisa mengejar capaian kepesertaan JKN minimal 95-98 persen.

"Paling banyak yang tergabung ini yang PBI (Penerima Bantuan Iuran), yakni sekitar 900 ribu. Nah, yang PBPU (Pekerja Bukan Penerima Upah) ini masih rendah, jadi harus kita sasar. UMKM, atau yang pekerja-pekerja di rumah ini perlu diedukasi dan diajak bergabung JKN," ujar dia, Jumat (26/5/23).

Menurut Yunita, untuk mengejar ketertinggalan ini diperlukan upaya yang luar biasa. “Kalau tidak ada upaya luar biasa, untuk mencapai 95 persen akan sangat sulit,” katanya.

Untuk mencapai target UHC tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Cilacap dr Pramesti Griana Dewi menyampaikan beberapa upaya yang akan dilakukan. Di antaranya menyasar pedagang pasar, aplikasi JEMPOL (Jemput Pendaftaran Online) hingga audiensi dengan beberapa perusahaan yang belum menggunakan program JKN bagi karyawannya.

“Dengan menggunakan upaya tersebut, diharapkan dapat merekrut 235.500 peserta pada akhir 2022,” katanya.

Sebagai informasi, UHC, dilansir dari website Kemenkes RI, menurut WHO, adalah program yang akan menjamin masyarakat mendapatkan akses layanan kesehatan baik peningkatan kesehatan (promotif), pencegahan penyakit (preventif), penyembuhan penyakit (kuratif), dan pemulihan kesehatan (rehabilitatif) dengan mutu yang baik dan tidak memberatkan masyarakat secara finansial.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement