Kamis 25 May 2023 12:58 WIB

Stasiun Peluncuran Satelit Korut Hampir Rampung

Pembangunan landasan peluncuran baru Korea Utara dilakukan dengan sangat cepat

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Esthi Maharani
Konstruksi di stasiun peluncuran satelit Korea Utara telah mencapai tingkat urgensi baru, dan kemungkinan besar dalam persiapan peluncuran.
Foto: reuters
Konstruksi di stasiun peluncuran satelit Korea Utara telah mencapai tingkat urgensi baru, dan kemungkinan besar dalam persiapan peluncuran.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Konstruksi di stasiun peluncuran satelit Korea Utara telah mencapai tingkat urgensi baru, dan kemungkinan besar dalam persiapan peluncuran. Laporan lembaga think tank yang berbasis di Amerika Serikat, North 38 mengatakan, citra satelit komersial menunjukkan, progres pembangunan landasan peluncuran baru di daerah pesisir timur Stasiun Peluncuran Satelit Sohae, Korea Utara bergerak dengan kecepatan luar biasa.

"Sementara komponen utama kompleks Sohae telah menjalani modernisasi dan perluasan selama setahun terakhir, peningkatan aktivitas ini menunjukkan tingkat urgensi baru dalam membuat situs siap mengakomodasi peluncuran satelit," kata laporan North 38.

Baca Juga

Korea Utara mengatakan, mereka telah menyelesaikan satelit mata-mata militer pertamanya. Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un telah menyetujui persiapan akhir peluncuran untuk menempatkannya di orbit. Namun Kim tidak mempublikasikan tanggal peluncuran itu.

Landasan peluncuran baru tampaknya menampilkan struktur perakitan yang dipasang di rel, dengan mekanisme yang memungkinkan untuk mengangkat roket ke tempatnya, menara penerangan, dan terowongan untuk menyalurkan api.  Jika dimaksudkan untuk melayani roket berbahan bakar cair, infrastruktur tambahan kemungkinan besar akan dibutuhkan.

Di landasan peluncuran utama Sohae, kru tampaknya telah menyelesaikan modifikasi menara gantry. Sementara pekerjaan berlanjut pada penyimpanan bahan bakar dan pengoksidasi.

"Area baru bagi para VIP untuk mengamati peluncuran juga tampaknya sebagian besar sudah selesai," ujar North 38.

Analis mengatakan, satelit militer adalah bagian dari upaya Korea Utara untuk memajukan teknologi pengawasan, dan meningkatkan kemampuannya menyerang sasaran jika terjadi konflik.

Korea Utara telah beberapa kali meluncurkan uji coba satelit pengamatan bumi. Dua di antaranya berhasil ditempatkan di orbit, termasuk percobaan yang terbaru pada 2016.

Pengamat internasional mengatakan, satelit itu tampaknya berada di bawah kendali. Tetapi masih ada perdebatan mengenai apakah satelit itu mengirimkan transmisi.

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement