Rabu 24 May 2023 14:59 WIB

Presiden Iran: Masyarakat Indonesia Tahu Siapa Sahabat dan Siapa Musuh

Raisi mengatakan masyarakat Indonesia bisa menafsirkan perkembangan dunia

Rep: Lintar Satria/ Red: Esthi Maharani
Presiden Iran Ebrahim Raisi sholat dzuhur berjamaah di Masjid Istiqlal, Rabu (24/5/2023).
Foto: Dok Republika
Presiden Iran Ebrahim Raisi sholat dzuhur berjamaah di Masjid Istiqlal, Rabu (24/5/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Iran Ebrahim Raisi mengatakan masyarakat Indonesia mengetahui siapa sahabat dan siapa "musuh".  Raisi menambahkan kemampuan dapat menafsirkan dunia merupakan anugrah.

"Indonesia merupakan sebuah negara dimana masyarakatnya khususnya para pemuda-pemudinya  dapat menafsirkan perkembangan di dunia dan tentu saja ini menjadi keunggulan dan kemampuan yang luar biasa ketika anda bisa menafsirkan siapa sahabat siapa yang musuh," kata Raisi di Masjid Istiqlal, Jakarta, Rabu (24/5/2023).

Baca Juga

Raisi mengatakan dapat menafsirkan fitnah itu berada, di mana tindakan persahabatan, bisa memahami teman siapa musuh siapa merupakan anugrah Ilahi. Ia menambahkan hal ini harus syukuri apalagi di era media.

Ia mengatakan "musuh" mencoba untuk menjauhkan umat Islam dari kemampuan untuk memahami situasi dan menentukan teman dan musuh bagi pihak-pihak yang memusuhi umat Islam.

"Tentu saja apabila kita ingin mempelajari formula-formula ilmiah, mereka baik-baik saja, tetapi apabila kita ingin mendapatkan dan mencapai kemampuan untuk menafsirkan berbagai perkembangan dan mengenal cara bagaimana musuh melakukan fitnah ini adalah hal yang mereka tidak senang," kata Raisi.

"Dan tekad yang besar dari pemuda-pemudi solidaritas antara berbagai golongan bangsa adalah hal yang bisa memberikan kita semua sebuah kemampuan, kemampuan untuk membaca fitnah membaca situasi dan menentukan dimana posisi teman sahabat dan posisi musuh, tentu saja hal tersebut saya Indonesia Saya melihat kemampuan pemahaman dan membaca Situasi ada di Indonesia dan untuk itu saya menyampaikan apresiasi," kata Raisi.

Raisi juga memuji ketaatan masyarakat Indonesia dalam beragama. Raisi mengatakan Indonesia punya dua modal besar; pertama ketaatan dalam beragama dan cinta pada agama dan kedua kecintaan pada keluarga Rasulullah dan Ahlul Bait.

"Tentu saja dua hal ini menjadi modal bangsa untuk modal ke depan tidak boleh dilupakan," kata Raisi.

"Masjid adalah rumah Allah, tempat di mana kita saling mengenal satu sama lain, tidak sebatas itu tetapi mengenal berbagai persoalan yang mungkin saja sedang kita hadapi. Bukan hanya antara a kita tapi juga antar umat Islam secara keseluruhan," tambah Raisi.

Raisi mengatakan masjid tempat untuk memenuhi tanggung jawab sosial terhadap dunia dan bangsa dan komunitas lain. Ia menambahkan masjid tempat untuk memperhatikan masyarakat "miskin", "fakir" dan anak yatim.

"Tentu saja masjid merupakan tempat untuk memperhatikan Allah tetapi  tetapi  ciptaan Allah dan umat manusia untuk Allah juga adalah hal yg harus kita perhatikan," kata Raisi.

"Maka dari itu memperhatikan bangsa-bangsa yang sedang dizolimi di dunia. Seperti Palestina, seperti negara lain yang mengalami persoalan lain yang sedang dizolimi menjadi tanggung jawab sosial bersama kita semua dan tentu saja hal yang penting ini tidak bisa dilupakan dan mestinya terus ditingkatkan," tambah Raisi. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement