Ahad 21 May 2023 14:11 WIB

Jokowi Temui Yoon Suk Yeol Bahas Pengolahan Air IKN yang Digarap Korsel

Jokowi juga meminta Korsel menambah kuota pekerja migran dari Indonesia.

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Agus raharjo
Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana mendarat di Bandara Internasional Hiroshima, Jepang, Jumat (19/05/2023) sekitar pukul 17.45 waktu setempat
Foto: Dok Setpres
Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana mendarat di Bandara Internasional Hiroshima, Jepang, Jumat (19/05/2023) sekitar pukul 17.45 waktu setempat

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Presiden Joko Widodo menggelar pertemuan dengan Presiden Republik Korea Yoon Suk Yeol, di Hotel Grand Prince, Hiroshima, Jepang Ahad (21/5/2023). Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin negara membahas mengenai kerja sama di sejumlah bidang antara Indonesia dan Korea Selatan.

Pertama, Presiden Jokowi menekankan kerja sama perdagangan antara kedua negara melalui IK-CEPA yang dinilai harus dilaksanakan secara maksimal. Termasuk di dalamnya dukungan atas 18 proposal proyek yang telah diajukan oleh Indonesia.

Baca Juga

“IK-CEPA harus diimplementasikan maksimal, termasuk dukungan 18 proposal Indonesia di bidang pertanian, kesehatan, kebudayaan, perikanan, otomotif, dan IT,” kata Jokowi dalam siaran persnya, Ahad (21/5/2023).

Selain itu, mengenai pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), Jokowi menyatakan bahwa Indonesia telah menyiapkan insentif dan fasilitas investasi bagi para investor. Jokowi pun berharap agar pembangunan sistem pengolahan air di IKN yang juga didukung oleh Korea Selatan dapat berjalan baik.

"Semoga pengolahan air, Sepaku Semoi Water Treatment Plant, selesai sesuai jadwal,” katanya.

Sementara itu, di bidang kerja sama investasi, Jokowi meminta dukungan Presiden Yoon terhadap realisasi komitmen investasi sejumlah perusahaan Korea Selatan di Indonesia.

“Mohon dukungan Presiden Yoon terkait realisasi komitmen Lotte Chemical dan CJ Group untuk pembangunan pabrik industri kimia di Banten dan pabrik bioproduct di Jawa Timur, dukungan distribusi energi dan EBT melalui perusahaan LS Cable dan TSE, dan realisasi investasi ekosistem EV,” kata Jokowi.

Selanjutnya, Kepala Negara juga membahas mengenai kerja sama dalam bidang ketenagakerjaan. Jokowi meminta Presiden Korea Selatan untuk menambah kuota dan perluasan bidang kerja bagi pekerja migran Indonesia di Korea Selatan.

“Saya mohon dukungan Yang Mulia terkait penambahan kuota dan perluasan bidang kerja pekerja migran Indonesia (PMI) serta partisipasi Korea Selatan dalam pembangunan Pusat pelatihan PMI,” tuturnya.

Turut mendampingi Presiden Jokowi dalam pertemuan tersebut yakni Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menter Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement