Sabtu 20 May 2023 10:10 WIB

Proyek Bendungan Jlantah di Karanganyar Ditargetkan Selesai Desember 2023

Bendungan Jlantah memiliki kapasitas tampung 10,97 juta meter kubik.

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Ahmad Fikri Noor
Proyek pembangunan Bendungan Jlantah di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah berkapasitas tampung 10,97 juta meter kubik.
Foto: Dok Kementerian PUPR
Proyek pembangunan Bendungan Jlantah di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah berkapasitas tampung 10,97 juta meter kubik.

REPUBLIKA.CO.ID, KARANGANYAR -- Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono optimistis proyek pembangunan Bendungan Jlantah di Kabupaten Karanganyar bakal selesai pada akhir tahun ini.

"Saat ini progresnya sudah sekitar 62 persen dan sudah tidak ada kendala yang berarti, hanya sedikit masalah teknis terkait geologi yang akan segera ditangani. Jadi target untuk dapat diselesaikan pada akhir 2023 mudah-mudahan dapat tercapai," kata Basuki saat meninjau proyek tersebut, Jumat (19/5/2023) seperti dikutip dari siaran pers.

Baca Juga

Bendungan Jlantah memiliki kapasitas tampung 10,97 juta meter kubik yang bersumber dari aliran Sungai Jlantah dan Sungai Puru. Konstruksi bendungan didesain dengan tinggi 70 meter dari dasar sungai, panjang puncak 404 meter, lebar puncak 12 meter, dan elevasi puncak bendungan kurang lebih 690 meter.

Bendungan ini dibangun oleh kontraktor PT Waskita Karya (Persero) dan PT Adhi Karya KSO dengan nilai kontrak sebesar Rp 965 miliar dengan masa pelaksanaan sejak 2019. Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo Maryadi Utama mengatakan setelah rampung Bendungan Jlantah akan menjadi bendungan multifungsi yang memberikan manfaat ekonomi salah satunya sebagai sumber irigasi.

“Bendungan Jlantah akan mengairi 1.494 ha persawahan di kawasan Kecamatan Jatiyoso dan Jumapolo Kabupaten Karanganyar,” ujar Maryadi.

Di samping sebagai sumber irigasi, bendungan ini akan menghasilkan air baku sebesar 150 liter per detik. Kehadiran bendungan ini memberi manfaat untuk potensi Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) sebesar 0,625 mega watt, reduksi banjir sebesar 51,05 persen atau 70,33 meter kubik per detik untuk Q50, serta konservasi dan pariwisata di Kabupaten Karanganyar.

Kehadiran Bendungan Jlantah menambah jumlah tampungan air yang dibangun Kementerian PUPR dalam mendukung ketahanan pangan dan air di Provinsi Jawa Tengah. Selain Bendungan Jlantah, terdapat dua bendungan lain yang tengah dibangun dan empat bendungan yang telah rampung di Jawa Tengah. Rinciannya, bendungan yang rampung yakni Bendungan Gondang di Karanganyar dengan kapasitas tampung 9,15 juta meter kubik, Bendungan Logung di Kudus yang mampu menampung air sebesar 20,15 juta meter kubik, Bendungan Pidekso di Wonogiri dengan kapasitas tampung 25 juta meter kubik, dan Bendungan Randugunting di Blora dengan kapasitas tampung 14,42 juta meter kubik. Sementara bendungan yang masih dalam tahap konstruksi yakni Bendungan Bener di Kabupaten Purworejo dan Bendungan Jragung di Kabupaten Semarang.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement