Jumat 12 May 2023 14:17 WIB

Bagaimana AI Mengubah Cara Kita Bekerja?

Dengan merangkul AI, perusahaan dapat meningkatkan kreativitas dan produktivitas,

Rep: Noer Qomariah Kusumawardhani / Red: Natalia Endah Hapsari
Bisnis dapat menggunakan AI untuk mempersonalisasi interaksi pelanggan mereka dan mendapatkan keunggulan kompetitif.
Foto: UNM
Bisnis dapat menggunakan AI untuk mempersonalisasi interaksi pelanggan mereka dan mendapatkan keunggulan kompetitif.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Teknologi kecerdasan buatan (AI) menghadirkan pendekatan baru untuk bekerja memungkinkan kita beralih dari autopilot ke copilot dan membebaskan diri dari beban digital sambil mendorong inovasi ke depan.

Hal tersebut diungkap General Manager of Modern Work di Microsoft Asia, Vinod Muralidharan, menyusul rilis data dan wawasan dari laporan 2023 Work Trend Index berjudul “Will AI Fix Work?” yang dibuat Microsoft. “Ketika pekerjaan berkembang dengan AI, kita juga harus demikian,” ujar Muralidharan, dilansir dari Gadgets Now, Jumat (12/5/2023).

Baca Juga

Microsoft merilis data survei yang melibatkan 31 ribu individu dari 31 negara di berbagai industri, termasuk 14 pasar Asia Pasifik. Menurut data yang terkumpul, kata Microsoft, manusia bekerja di luar kapasitasnya sehingga menghambat inovasi. Kecerdasan buatan (AI) berikutnya dapat membantu.

Dengan merangkul AI, perusahaan dapat meningkatkan kreativitas dan produktivitas, menghasilkan cara kerja yang baru dan lebih baik.

Lebih lanjut, Muralidharan mengungkapkan, karyawan di seluruh Asia Pasifik optimistis tentang AI karena penelitian Work Trend Index Microsoft menunjukkan bahwa 78 persen orang di wilayah ini akan mendelegasikan sebanyak mungkin pekerjaan ke AI untuk mengurangi beban kerja mereka.

“Peluang dan tanggung jawab yang paling mendesak bagi setiap pemimpin adalah memahami cara memanfaatkan AI untuk menghilangkan pekerjaan yang membosankan, melepaskan kreativitas, dan membangun bakat AI,” katanya.

Laporan ini memberikan wawasan bagi para pemimpin bisnis yang ingin mengadopsi AI secara bertanggung jawab di organisasi mereka. Ada tiga kata kuncinya.

Data, e-mail, dan obrolan yang berlebihan telah membuat kemampuan kita kewalahan untuk memprosesnya secara efisien. Hal ini membuat sulit untuk fokus pada pekerjaan kreatif dan 72 persen orang di Asia Pasifik merasa tidak memiliki cukup waktu dan tenaga untuk menyelesaikan tugas mereka.

Mereka yang berjuang dengan produktivitas tiga kali lebih kecil kemungkinannya untuk menjadi inovatif. Rata-rata orang menghabiskan 57 persen dari waktu Microsoft 365 mereka untuk berkomunikasi dan hanya 43 persen membuat dan rapat yang tidak produktif adalah satu-satunya gangguan produktivitas.

Meskipun 58 persen responden di Asia Pasifik khawatir AI akan menggantikan pekerjaan mereka, 78 persen akan mendelegasikan pekerjaan ke AI untuk mengurangi beban kerja mereka. Ini menunjukkan pergeseran menuju kolaborasi antara AI dan karyawan.

Bisnis dapat menggunakan AI untuk mempersonalisasi interaksi pelanggan mereka dan mendapatkan keunggulan kompetitif. Namun, penting untuk menggunakan AI secara bertanggung jawab dan memastikannya selaras dengan nilai-nilai perusahaan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement