Kamis 11 May 2023 06:44 WIB

BMKG Prakirakan Cuaca DIY Hari Ini

Hujan ini diperkirakan terjadi selama tiga hari ke depan pada periode 11-13 Mei 2023.

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Fernan Rahadi
Cuaca. Ilustrasi
Foto: Huffingtonpost
Cuaca. Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa di DIY akan terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di DIY. Hujan ini diperkirakan terjadi selama tiga hari ke depan pada periode 11-13 Mei 2023.

"BMKG Stasiun Meteorologi Yogyakarta memperkirakan potensi curah hujan dengan intensitas sedang-lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang untuk periode tanggal 11–13 Mei 2023 dapat terjadi di wilayah DIY," kata Kepala Stasiun Meteorologi Yogyakarta, Warjono, Rabu (10/5/2023).

Warjono menyebut bahwa perkiraan hujan dengan intensitas sedang-lebat ini berdasarkan analisis dinamika atmosfer terkini. BMKG Stasiun Meteorologi Yogyakarta telah mengidentifikasi bahwa adanya pusat tekanan rendah di Samudera Hindia Barat Sumatera, pusat tekanan rendah di Samudera Pasifik utara Halmahera.

Hal ini membentuk daerah belokan angin (shearline) di Selat Sunda dan Selat Karimata. Warjono menuturkan, dari pantauan profil vertikal kelembaban udara yang cukup tinggi yaitu 70-95 persen, Madden Julian Oscillation (MJO) yang aktif di wilayah Indonesia (kuadran 5) hingga dua hari kedepan, serta labilitas lokal pada siang hari yang kuat, turut berkontribusi terhadap pembentukan awan konvektif di wilayah DIY pada siang-sore hari.

"Kondisi tersebut menyebabkan potensi hujan sedang-lebat di wilayah DIY, terutama wilayah DIY bagian utara pada siang-sore hari," ujar Warjono.

Warjono merinci bahwa potensi hujan sedang hingga lebat pada 11 Mei dapat disertai kilat/petir dan angin kencang di Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman, Kabupaten Kulonprogo bagian utara, dan Kabupaten Gunungkidul bagian utara.

Pada 12 diprediksi adanya potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang di Sleman, dan Kulon Progo bagian utara. "Sedangkan, pada 13 Mei diprediksi nihil," jelasnya.

Mengingat adanya potensi hujan ini, masyarakat diimbau agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem. Pasalnya, cuaca ekstrem juga berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi berupa banjir, tanah longsor, angin kencang, dan puting beliung.

"Terutama untuk masyarakat yang berada dan tinggal di wilayah rawan bencana hidrometeorologi," kata Warjono.

Terkait dengan gelombang tinggi di perairan selatan DIY pada 11-13 Mei diperkirakan berkisar antara 1,25 meter hingga 5,5 meter. Artinya, perkiraan tinggi gelombang ini masuk kategori sedang hingga sangat tinggi.

"Angin umumnya bertiup dari arah timur hingga tenggara dengan kecepatan berkisar antara 4-25 knot (tinggi di perairan DIY)," ujarnya.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement