Senin 08 May 2023 18:34 WIB

Pakar Fiqih: Jamaah Boleh Selfie di Tanah Suci Asalkan tidak Saat Beribadah

Selfie boleh asal tidak berlebihan.

Rep: Mabruroh/ Red: Ani Nursalikah
Seorang jamaah haji berswafoto di Jabal Rahmah saat berwukuf di Padang Arafah, Makkah, Arab Saudi. Pakar Fiqih: Jamaah Boleh Selfie di Tanah Suci Asalkan tidak Saat Beribadah
Foto: Amr Nabil/AP
Seorang jamaah haji berswafoto di Jabal Rahmah saat berwukuf di Padang Arafah, Makkah, Arab Saudi. Pakar Fiqih: Jamaah Boleh Selfie di Tanah Suci Asalkan tidak Saat Beribadah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pakar Fiqih yang juga pengasuh Pesantren Dar al-Qur’an Kebonbaru Arjawinangun Cirebon KH Ahsin Sakho Muhammad menuturkan umat Muslim boleh dan sah-sah saja berfoto di Masjid Nabawi dan Masjidil Haram. Asalkan kata dia, swafoto tersebut dilakukan bukan pada saat ibadah.

Selfie di Masjidil Haram itu sesuatu yang mubah saja, artinya boleh. Tapi kalau selfie ketika waktu sholat dia selfie, itu tidak sesuai dengan etika sholat. Pada waktu sholat mestinya semua jiwa dan raga kita diarahkan hanya kepada Allah SWT saja,” kata Ahsin kepada Republika.co.id, Senin (8/5/2023).

Baca Juga

“Kalau ketika dia sholat kemudian orang itu selfie, artinya dia ingin mencampur adukkan antara bermuwajah kepada Allah, menghadap kepada Allah dengan kesenangan pribadi, itu yang tidak diperbolehkan,” tambahnya.

Ahsin kemudian menerangkan berswafoto sama saja dia sedang melakukan banyak gerakan. Sedangkan dalam sholat, banyak melakukan gerakan di luar gerakan sholat sama halnya dia membatalkan sholat.

“Saat selfie ini kan banyak gerakan, gerakan itu akhirnya bisa membatalkan sholat, kecuali gerakan-gerakan untuk maslahatus sholat, seperti ketika seseorang melangkah beberapa langkah kedepan untuk menyusun shaf, berarti itu kan untuk maslahutus sholat, seperti itu tidak membatalkan,” kata Ahsin.

“Tapi kalau seandainya bukan untuk kemaslahatan sholat, (gerakan) dia bisa membatalkan sholatnya,” kata Ahsin.

Menurut pandangannya, sindiran yang dikeluarkan oleh imam besar Masjid Nabawi , tidak lain hanya untuk mengingatkan jamaah Indonesia agar tidak menganggap ibadah umroh maupun ibadah haji seolah sedang bertamasya. Jamaah Indonesia boleh saja untuk berswafoto selama itu tidak mengganggu ibadah dan tidak berlebihan.

“Syekh tersebut mengkritisi jamaah Indonesia yang banyak jeprat jepret di sekitar kabah, raudhah, akhirnya dia menjadikan raudhah sebagai tamasya. Tapi selama dia (jamaah) melakukan di luar sholat, di luar ibadah kepada Allah, ya boleh-boleh saja. Jadi sebenarnya tujuan syekh bagus, jangan sampai orang itu terlalu disibukkan dengan foto-foto padahal sedang berada di masjid,” kata mantan rektor IIQ itu.

Jamaah Indonesia kembali menjadi sorotan ketika unggahan sebuah video lama kembali viral. Video tersebut menyindir perilaku jamaah asal Indonesia yang gemar berfoto, alih-alih beribadah dengan khusyuk ketika berada di tanah suci.

Sindiran tersebut dilakukan langsung oleh guru besar sekaligus imam masjid Nabawi, Syekh Sulaiman Ar-Ruhaili ketika sedang berceramah. Menurut ulama Madinah itu, jamaah Indonesia terkenal suka berswafoto saat berada di tanah suci.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement