Ahad 07 May 2023 23:49 WIB

Satu Orang Wisatawan Diperkirakan Habiskan Rp 1,2 Juta Saat Libur Lebaran di DIY

Total pergerakan wisatawan selama libur Lebaran 2023 di DIY mencapai 1,6 juta orang.

Wisatawan berfoto saat berkunjung ke kawasan Tamansari, Yogyakarta, Rabu (3/5/2023).
Foto: Republika/Wihdan Hidayat
Wisatawan berfoto saat berkunjung ke kawasan Tamansari, Yogyakarta, Rabu (3/5/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA — Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta mencatat total pergerakan wisatawan selama libur Lebaran 2023 di provinsi setempat mencapai 1.655.814 orang. Hal tersebut dinilai memberikan multiplier effect khususnya “Diperkirakan perputaran uang di DIY sebesar Rp 1,98 triliun dengan asumsi pengeluaran rata-rata wisatawan sebesar Rp 1,2 juta per wisatawan," kata Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharjo dalam keterangannya di Yogyakarta, Ahad (7/5/2023).

Menurut dia, terjadi sedikit penurunan jumlah pergerakan wisatawan sebesar 7,5 persen dari jumlah pergerakan wisatawan libur Lebaran 2022. Singgih menilai terjadinya penurunan pergerakan wisatawan tersebut antara lain karena aksesibilitas jalan menuju DIY yang belum sepenuhnya terhubung dengan baik.

Baca Juga

Pemicu berikutnya, kata dia, adalah berkembangnya destinasi wisata di sekitar DIY yang masuk DPSP Borobudur sehingga menjadi pilihan pelengkap destinasi wisata DIY, serta berkembangnya tren wisata baru dengan konsep restoran plus pemandangan. "Kunjungan wisatawan ke tempat restoran plus view, kuliner khas, dan hidden gem lainnya meningkat sekitar 50 persen," kata dia.

Masa efektif libur lebaran yang relatif singkat serta tambahan cuti lebaran yang mendadak, berpengaruh terhadap penjadwalan ulang aktivitas mudik tahun ini. Kendati demikian, ia mencatat peningkatan pergerakan wisatawan di tiga kota/kabupaten yaitu Kota Yogyakarta sebanyak 240.674 wisatawan, Kabupaten Kulon Progo sebanyak 144.809 wisatawan, dan Kabupaten Bantul sebesar 264.699 wisatawan.

"Sedangkan pergerakan wisatawan di dua kabupaten mengalami sedikit penurunan pergerakan wisatawan yang bervariasi. Kabupaten Gunungkidul dengan jumlah pergerakan 236.137 wisatawan dan Kabupaten Sleman dengan jumlah pergerakan 769.525 wisatawan," kata dia.

Sementara itu, untuk lama kunjungan wisata atay 'Length of Stay (LOS)" selama libur lebaran tercatat 2,1 hari yang berarti terdapat kenaikan 0,4 hari. Selanjutnya, kata dia, diperlukan konsistensi pembaruan produk wisata berbasis budaya dengan konsep pariwisata berkualitas (Quality Tourism) di DIY.

"Tidak lagi jumlah wisatawan sebagai indikator utama keberhasilan pariwisata tapi lebih mengedepankan pengalaman wisatawan dengan indikator 'LOS' dan spending money wisatawan, disamping itu perlu peningkatan layanan publik berkaitan, transportasi, keamanan dan kenyamanan wisatawan dan masyarakat serta hospitality," kata dia.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement