Kamis 27 Apr 2023 07:33 WIB

Jepang Gagal Lakukan Pendaratan Pertama di Bulan

Tidak ada komunikasi dari wahana antariksa yang dikirim.

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Natalia Endah Hapsari
Jepang gagal melakukan pendaratan di bulan. Ilustrasi
Foto: Dailymail
Jepang gagal melakukan pendaratan di bulan. Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pendaratan swasta pertama di Bulan berakhir dengan kegagalan setelah perusahaan rintisan Jepang kehilangan kontak dengan pendarat Bulan. Ketika pendarat Hakuto-R Mission 1 telah mendekat ke permukaan Bulan, para insinyur menyebut bahwa mereka tidak bisa lagi berkomunikasi dengan pesawat ruang angkasa.

“Saat ini, kami belum mengonfirmasi komunikasi dari pendarat. Jadi kami harus berasumsi bahwa kami tidak dapat menyelesaikan pendaratan,” kata CEO ispace, Takeshi Hakamada, dalam sebuah siaran langsung misi tersebut seperti dilansir dari The Verge, Kamis (27/4/2023).

Baca Juga

Desember lalu, ispace meluncurkan pendarat Hakuto-R dari Cape Canaveral, Florida, di atas roket Falcon 9 milik SpaceX. Pendarat ini memulai perjalanan selama tiga bulan untuk mencapai orbit Bulan sebelum akhirnya mendarat di permukaan Bulan pada hari Selasa. Segala sesuatunya tampak berjalan sesuai rencana hingga para insinyur tidak menerima respons dari wahana antariksa tersebut setelah pendaratan yang diharapkan pada pukul 12.40 siang ET (Waktu Timur).

"Para insinyur dan spesialis operasi misi kami di MCC (pusat kendali misi) saat ini sedang bekerja untuk mengonfirmasi status pendarat saat ini. Informasi lebih lanjut tentang status pendarat akan diumumkan jika sudah tersedia,” demikian kata ispace.

Hakuto-R membawa dua penjelajah bulan: sebuah kendaraan roda empat dari Uni Emirat Arab dan sebuah penjelajah mini bergaya Star Wars yang dibuat oleh Sony dan perusahaan mainan Jepang, Tomy.

Meskipun badan antariksa nasional Jepang belum pernah melakukan pendaratan di Bulan, misi bulan pertama mereka terjadi pada tahun 1990, ketika pesawat ruang angkasa Hiten mengitari Bulan sambil mengambil data tentang debu kosmik. Jepang akan kembali mencoba mendaratkan wahana antariksa di Bulan secara utuh dengan peluncuran Smart Lander for Investigating Moon yang sempat tertunda pada tahun ini.

 

 

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement