Selasa 25 Apr 2023 14:40 WIB

Emil Dardak Sebut Arus Mudik di Wilayah Jatim Berjalan Lancar

Emil memprediksi, arus balik bakal lebih padat pada Selasa (25/4/2023).

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Gita Amanda
Sejumlah kendaraan pemudik terjebak kemacetan di pintu keluar gerbang tol Jombang-Mojokerto (Jomo) Bandar Kedungmulyo, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Senin (24/4/2023). Penumpukan kendaraan di pintu keluar gerbang tol Jombang-Mojokerto di Bandar Kedungmulyo tersebut akibat kemacetan di jalan nasional Jombang-Kediri.
Foto: ANTARA FOTO/Syaiful Arif
Sejumlah kendaraan pemudik terjebak kemacetan di pintu keluar gerbang tol Jombang-Mojokerto (Jomo) Bandar Kedungmulyo, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Senin (24/4/2023). Penumpukan kendaraan di pintu keluar gerbang tol Jombang-Mojokerto di Bandar Kedungmulyo tersebut akibat kemacetan di jalan nasional Jombang-Kediri.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengatakan, situasi arus balik Idul Fitri 1444 Hijriyah di wilayah Jawa Timur terpantau kondusif, aman, terkendali, dan lancar. Emil menyebut, kesimpulan tersebut didapat setelah dirinya melakukan peninjauan secara langsung suasana arus balik lebaran di rest area kilometer 792 B Pasuruan dan kilometer 753 Sidoarjo pada Senin (24/4/2023) malam.

Emil memprediksi, arus balik bakal lebih padat pada Selasa (25/4/2023). Pasalnya, banyak perkantoran yang mewajibkan pegawai dan karyawannya masuk kerja di keesokan harinya. Namun demikian, ia berharap situasi arus balik bisa tetap aman dan lancar, sehingga para pemudik bisa kembali dengan selamat.

"Kami memprediksi lalu lintas arus balik akan lebih padat. Karena banyak perkantoran baik itu pemerintahan maupun swasta mewajibkan pegawai dan karyawannya untuk masuk kerja (tepat waktu)" kata Emil, Selasa (25/4/2023).

Emil pun mengingatkan pentingnya para pemudik untuk beristirahat ketika kondisi fisik sudah mulai lelah dan mengantuk. Ia pun mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan rest area yang ada di sepanjang jalan tol sebagai tempat beristirahat sejenak untuk memulihkan kondisi fisiknya.

"Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tetap berhati-hati dalam perjalanan dan tolong cek semua persiapannya, baik itu kendaraannya, kondisi fisiknya, dan perbekalannya," ujarnya.

Emil juga berharap kepada pihak-pihak yang mewajibkan karyawannya untuk masuk kerja pada 26 April 2023, supaya memberikan kelonggaran untuk bisa menambah masa cutinya atau kelonggaran lainnya. Emil mengatakan, hal ini untuk menghindari penumpukan dan kepadatan arus balik pada tanggal yang bersamaan.

"Kami berharap, khususnya bagi perkantoran yang mewajibkan karyawannya masuk kerja ditanggal 25 April, agar memberikan tambahan cuti atau mengundur jadwal kerja, dengan harapan tidak terjadi penumpukan dan kepadatan arus balik di tanggal tersebut," kata Emil.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement