Ahad 23 Apr 2023 11:35 WIB

PPP Tawarkan Sandiaga untuk Cawapres Ganjar

PPP menawarkan Sandiaga Uno untuk menjadi cawapres Ganjar Pranowo.

Rep: Nawir Arsyad Akbar/ Red: Bilal Ramadhan
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno. PPP menawarkan Sandiaga Uno untuk menjadi cawapres Ganjar Pranowo.
Foto: Dok Kemenparekraf
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno. PPP menawarkan Sandiaga Uno untuk menjadi cawapres Ganjar Pranowo.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Muhammad Mardiono menerima silaturahim dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno. Usai pertemuan tertutup itu, ia menjawab soal cocoknya Sandiaga menjadi calon wakil presiden (cawapres) dari Ganjar Pranowo.

"Menurut saya sih cocok, cocok ya. Karena waktu itu Pak Presiden juga udah mengatakan 'cocok' gitu kan," ujar Mardiono di kediamannya, Jakarta, Sabtu (22/4) malam.

Baca Juga

Ia sendiri menghargai berbagai aspirasi di internalnya terkait pemilihan presiden (Pilpres) 2024. Termasuk belasan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) yang telah mendeklarasikan Ganjar sebagai bakal capres.

"Kalau kita putar kembali, rekan-rekan media masih punya bahwa ada beberapa wilayah di PPP itu sudah belasan wilayah yang telah mengusulkan bahkan mendeklarasikan, mencalonkan Pak Ganjar Pranowo itu sejak tujuh bulan, enam bulan yang lalu," ujar Mardiono.

Dewan Pengurus Pusat (DPP) PPP tentu akan mendengarkan aspirasi belasan DPW tersebut yang mengusulkan Ganjar sebagai bakal capres. Nantinya, aspirasi tersebut akan dibawa ke dalam mekanisme keputusan yang telah diatur dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) PPP.

"Sehingga segala macem bentuk keputusan di dalam partai ini harus melalui proses sesuai dengan mekanisme yang sudah diatur dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga. Karena itu di PPP itu ada empat majelis, Majelis Pertimbangan, Majelis Syariah, Majelis Kehormatan, kemudian Majelis Pakar," ujar Mardiono.

"Kemudian juga berjenjang lagi ada DPC, DPW, dan kemudian ada DPP. Nah proses2 itu memang di PPP itu menag harus dilalui, inilah demokrasi yang diterapkan di PPP sejak founding father pendiri PPP," sambung Utusan Khusus Presiden Bidang Kerja Sama Pengentasan Kemiskinan dan Ketahanan Pangan itu.

Sandiaga sendiri menanggapi pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menyebut namanya cocok menjadi cawapres dari Ganjar. Menurutnya, bukan kapasitasnya untuk menjawab hal tersebut.

"Ya tentunya Pak Presiden menyampaikan beberapa nama, namun saya ini bukan pada kapasitasnya. Kapasitas yang bisa menentukan ini Pak Mar (Muhammad Mardiono) dan para pimpinan partai politik," ujar Sandiaga.

Saat ini, ia fokus untuk menangkap aspirasi masyarakat dan menghadirkan solusi bagi pembangunan Indonesia. Khususnya dalam mempercepat pembangunan dan membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya.

"Itu yang beliau (Mardiono) sampaikan, cara berpikir beliau yang memiliki satu kesamaan pandangan dengan Bapak Presiden dan juga dengan pendekatan apa yang betul-betul masyarakat inginkan segera perbaikan," ujar Sandiaga.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement