Sabtu 22 Apr 2023 16:05 WIB

Dokter Gizi Ingatkan Batasi Konsumsi Kuah Bersantan Saat Lebaran

Sejumlah risiko kesehatan mengintai jika menyantap kuah bersantan dalam porsi banyak.

Resep opor ayam untuk menemani umat Muslim Indonesia saat Lebaran. Dokter Gizi Ingatkan Batasi Konsumsi Kuah Bersantan Saat Lebaran
Foto: Republika/Wilda Fizriyani
Resep opor ayam untuk menemani umat Muslim Indonesia saat Lebaran. Dokter Gizi Ingatkan Batasi Konsumsi Kuah Bersantan Saat Lebaran

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dokter spesialis gizi klinik dari Perhimpunan Dokter Gizi Klinik Indonesia (PDGKI) DKI Jakarta Raissa Edwina Djuanda mengingatkan orang-orang membatasi kuah santan hidangan Lebaran agar tak terkena masalah kesehatan.

Sebagian makanan saat Lebaran identik dengan kuah bersantan, seperti gulai nangka atau daging dan opor ayam. Selain kuah, makanan khas Hari Raya Idul Fitri yang juga mengandung santan, yakni rendang daging.

Baca Juga

"Sebenarnya tidak ada batasan khusus berapa banyak porsi kuah bersantan yang boleh atau tidak boleh dikonsumsi, tetapi, sebaiknya dibatasi. Jika ingin mengonsumsi hidangan tersebut, lebih baik mengambil lauknya saja," ujar Raissa dalam wawancara tertulis, Jumat (21/4/2023).

Raissa, yang meraih gelar magister ilmu gizi dan spesialis gizi klinik dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, mengatakan dampak menyantap makanan dengan kuah bersantan dalam porsi banyak tidak akan langsung dirasakan oleh tubuh. Namun, terdapat sejumlah risiko kesehatan yang mengintai, seperti obesitas, kolesterol tinggi, diabetes, dan asam urat.

Demi menghindari risiko kesehatan tersebut, selain membatasi kuah bersantan, Raissa juga menganjurkan orang-orang mengimbangi asupan makanan dengan konsumsi sayuran dan buah yang cukup.

Buah dan sayur dapat menambah vitamin, mineral, dan serat harian dalam tubuh sehingga sangat dianjurkan dikonsumsi sebanyak lima porsi per hari dan dimakan secara bervariasi.

"Sebaiknya buah dan sayur dikonsumsi sebelum menyantap makanan utama untuk mengurangi porsi makan yang berlebihan," kata Raissa.

Dia menambahkan, orang-orang boleh saja mengonsumsi berbagai makanan dan minuman secara bebas saat Lebaran, namun, sebaiknya mengingat porsi agar tidak sampai berlebihan.

Selain itu, cukupi juga kebutuhan cairan harian dengan minum minimal delapan gelas air per hari dan lengkapi dengan berolahraga untuk membakar lemak dan sebagian kalori yang masuk.

"Setelah Lebaran selesai, pastikan kembali menerapkan pola makan dan pola hidup yang sehat," kata Raissa yang berpraktik di RS Pondok Indah Puri Indah, Jakarta.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement