Rabu 19 Apr 2023 07:59 WIB

Kajian Ramadhan dan Doa Bersama di Ponpes Ngawi, Gus-Gus Nusantara Rangkul Para Santri

Kegiatan keagamaan itu diadakan di Pondok Pesantren Ma'rifatul Ulum Krompol Bringin.

Kegiatan keagamaan GGN di Pondok Pesantren Ma
Foto: Dok. Web
Kegiatan keagamaan GGN di Pondok Pesantren Ma

REPUBLIKA.CO.ID, NGAWI -- Para sukarelawan Gus-Gus Nusantara (GGN) Bersatu mengadakan kegiatan positif untuk mengisi waktu selama Ramadhan. Salah satunyax dengan mengadakan kajian Ramadan dan doa bersama dengan sejumlah jemaah pondok pesantren.

Kali ini kegiatan keagamaan itu diadakan di Pondok Pesantren Ma'rifatul Ulum Krompol Bringin, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Selasa (18/4/2023).

Baca Juga

Koordinator GGN Bersatu Gus Muhammad Alwi Hasan mengatakan mereka mengadakan kajian fiqih dan membahas soal keutamaan lailatulkadar.

"Apalagi sudah memasuki hari-hari terakhir puasa, kegiatan seperti ini mesti lebih digiatkan lagi," ujar dia seperti dilansir pada Rabu (19/4/2023). 

Mereka juga memberikan bantuan kepada ponpes berupa pasir, semen, dan batu. "Bantuan itu diberikan untuk menunjang pembangunan dan perbaikan ponpes. Tujuannya untuk melancarkan proses menuntut ilmu dan ibadah di sini," ujar Alwi.

Gus Rohim, selaku pengasuh di ponpes tersebut memberikan apresiasi atas kepedulian dari GGN Dukung Ganjar ini. 

"Terima kasih kepada Gus-Gus Nusantara yang sudah mengadakan kajian dan memberi bantuan kepada kami. Semoga menjadi berkah," ujar dia.

Sebelumnya, di Mojokerto, GGN juga mengajak warga Desa Jati Langkung, Kabupaten Mojokerto yang termasuk dalam Majelis Taklim An Najah menguatkan ibadah, terutama di malam akhir-akhir  Ramadhan ini.

"Sekaligus upaya untuk meraih malam Lailatul Qadar," ujar Gus Alwi Hasan. 

Pada kesempatan tersebut juga digelar tausiyah serta doa bersama dengan harapan seluruh amal ibadah di bulan suci bisa diterima oleh Allah SWT.

"Kami juga memberikan kajian bagaimana cara supaya ibadah kita di bulan Ramadan ini bisa diterima oleh Allah. Apalagi di akhir-akhir bulan suci, kami juga memprediksi malam Lailatul Qadar jatuh pada hari apa. Itulah yang diajarkan oleh para kiai dan leluhur kami," katanya, demikian dilansir dari Antara

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement