Pertamina Siapkan 201 Mobile Storage Antisipasi Lonjakan Permintaan BBM

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Friska Yolandha

Senin 17 Apr 2023 05:35 WIB

Armada mobile storage yang disiagakan Pertamina di salah satu SPBU Kantong di ruas tol Trans Jawa wilayah kerja Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Senin (25/4). Foto: Istimewa Armada mobile storage yang disiagakan Pertamina di salah satu SPBU Kantong di ruas tol Trans Jawa wilayah kerja Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Senin (25/4).

REPUBLIKA.CO.ID, BATANG -- PT Pertamina (Persero) pada momen mudik lebaran tahun ini menyiapkan 201 mobile storage untuk mengantisipasi lonjakan permintaan BBM pada mudik tahun ini. Hal ini juga sejalan dengan prediksi pemerintah atas lonjakan pemudik darat yang mencapai 44 persen.

Senior Supervisor Communication and Relation Pertamina Patra Niaga Jawa Bagian Tengah, Marthia Mulia Asri menjelaskan 201 mobile storage yang disiagakan ini meningkat 40 persen dari mudik Lebaran 2022. Kantung BBM itu berupa truk tangki BBM dengan kapasitas rata-rata 24 kilo liter (KL). Truk ini merupakan cadangan suplai BBM bagi SPBU.

Baca Juga

Marthia menambahkan kantung BBM itu melakukan pengisian maka unit serupa diberangkatkan terminal BBM. "Mobile Storage guna menjamin pasokan BBM di SPBU. Untuk wilayah Jawa Tengah disiagakan delapan unit mobile storage," kata Marthia saat ditemui di Rest Area KM 379, Ahad (16/4/2023).

Pertamina menggunakan command data center dalam menempatkan kantung BBM di SPBU. Command center tersebut telah memetakan titik-titik SPBU pada jalur mudik. Sebagai contoh pada SPBU di rest area jalan tol Trans Jawa KM 379. Rest area seluas 7,3 hektare ini menjadi titik pengisian BBM tertinggi di saat mudik Lebaran.

"Pada Lebaran tahun lalu puncak konsumsi gasoline 200 KL. Konsumsi normal sekitar 50 KL," papar Marthia.

Marthia menuturkan proyeksi puncak konsumsi BBM pada tahun ini hampir sama dengan tahun lalu. Pasalnya sudah ada rest area pada KM 338 yang mulai beroperasi pada tahun ini. Pada rest area tersebut pun sudah disiagakan kantung BBM.

"Rest area 338 itu memecah arus. Jadi tidak semua pemudik menumpuk atau mengisi BBM di rest area KM 379," tuturnya.

Pertamina berkoordinasi dengan pengelola rest area dalam memperlancar arus pengisian BBM. Ketika terjadi antrean pengisian BBM maka Pertamina melakukan jemput bola dengan mengerahkan armada motor yang membawa BBM kemasan. Hanya saja volume pengisian dibatasi 10 liter.

"Dengan 10 liter itu cukup bagi pemudik menjangkau SPBU di rest area berikutnya," ujarnya.

 

Terpopuler