Sabtu 15 Apr 2023 21:08 WIB

Pantau Harga Pasar, Wamendag Sebut Harga Kebutuhan Pokok di Bandung Stabil

Wamendag menyebut harga sejumlah bahan pokok alami penurunan

Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga melakukan pemantauan harga dalam acara Grebek Pasar di dua pasar. Yakni Pasar Kosambi, Kota Bandung, dan Pasar Soreang, Kabupaten Bandung, Sabtu (15/4).
Foto: Dok. Republika
Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga melakukan pemantauan harga dalam acara Grebek Pasar di dua pasar. Yakni Pasar Kosambi, Kota Bandung, dan Pasar Soreang, Kabupaten Bandung, Sabtu (15/4).

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga melakukan pemantauan harga dalam acara Grebek Pasar di dua pasar. Yakni Pasar Kosambi, Kota Bandung, dan Pasar Soreang, Kabupaten Bandung, Sabtu (15/4).

Menurut Wamendag Jerry Sambuaga, dari hasil pantauan harga sejumlah bahan pokok di dua pasar di Kota Bandung mengalami penurunan. Di antaranya, ayam negeri, beras, minyak goreng hingga bawang merah dan putih.

"Tadi di Pasar Kosambi, harga sayuran seperti bawang merah turun, terus auam negeri juga turun dari Rp 36 ribu per kilogram menjadi Rp 34 ribu per kg," ujar Jerry Sambuaga.

Pada acara Gerebek Pasar tersebut, Wamendag didampingi oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Anggota Komisi I DPR RI Nurul Arifin.

Menurut Jerry, Gerebek Pasar digelar dengan tujuan untuk memantau dan memastikan kestabilan harga bahan pokok menjelang hari raya Idul Fitri 1444 hijriah. Sekaligus mengedukasi pedagang pasar dan pemilik warung untuk bertransformasi secara digital yang sejalan dengan program UMKM Go Digital. 

Sementara itu, memasuki tahun keempat hadir di Jawa Barat, startup rural commerce Dagangan melanjutkan komitmennya dengan mendukung Program Digitalisasi Pasar bersama Kementerian Perdagangan dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok jelang Idul FItri.  

Dagangan bersinergi dengan Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga dan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil melakukan kegiatan Grebek Pasar Kosambi, Kota Bandung, Jawa Barat.

"Bersama startup Dagangan, hari ini saya mengunjungi pasar di daerah Jawa Barat dalam rangka memantau stabilitas harga dan ketersediaan pasokan suplai bahan pokok menjelang Idul Fitri," katanya.

Jerry menjelaskan, Startup rural commerce Dagangan memberikan inovasi distribusi rantai pasok kebutuhan pokok lebih efisien bagi pedagang. Sehingga mereka bisa mendapatkan bahan pokok dengan harga murah dan stabil. 

"Pemanfaatan teknologi digital pada model bisnis ini diharapkan bisa meningkatkan omset pedagang dan pendapatan pengelolaan pasar rakyat," katanya.

Menurut Gubernur Jabar Ridwan Kamil, pihaknya meluncurkan inovasi mitra dari Kementerian Perdagangan yakni Dagangan yang memiliki banyak gudang dan bisa pesan online. Jadi para pedagang bisa pesan biasa atau pesan online dan harganya bisa turun 20 persen. 

"Kalau para pedagang membeli lewat Dagangan ini maka harga ke masyarakatnya stabil," katanya.

Sementara menurut Ryan Manafe selaku CEO & Co-Founder Dagangan, hingga saat ini, sudah tahun keempat Dagangan hadir di Jawa Barat, dengan 14 gudang mikro yang tersebar di Bandung, Rancaekek, Padalarang, Cirebon, Kuningan, Sukabumi, dan lainnya. 

Selain itu hingga saat ini, pihaknya telah melayani 5.000 pelaku Usaha Mikro dan Menengah (UMKM), termasuk pedagang pasar dan warung sembako, serta mencatatkan total transaksi 300.000 kali yang berdampak pada peningkatan pendapatan mereka sebanyak dua  lipat, kata Ryan.

Dengan total 1,49 juta unit, kata dia, Jawa Barat menempati urutan pertama UMKM terbanyak di Indonesia. Menurutnya, Jawa Barat menjadi titik prioritas bagi Dagangan, di mana secara konsisten, pihaknya menyediakan infrastruktur serta memfasilitasi distribusi produk berkualitas dan terjangkau.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement