Jumat 14 Apr 2023 13:53 WIB

Suporter tak Salahkan Maguire atas Gol Bunuh Dirinya, Tapi Mengapa Selalu Dia yang Berbuat

Seolah, Maguire diam saja bisa menghadirkan bencana bagi MU.

Rep: Rahmat Fajar/ Red: Gilang Akbar Prambadi
Proses terjadinya gol bunuh diri Manchester United pada babak kedua pertandingan leg pertama perempat final Liga Europa di Old Trafford, Jumat (14/4/2023).
Foto: EPA-EFE/ADAM VAUGHAN
Proses terjadinya gol bunuh diri Manchester United pada babak kedua pertandingan leg pertama perempat final Liga Europa di Old Trafford, Jumat (14/4/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, MANCHESTER -- Nasib kurang baik kapten Manchester United (MU) Harry Maguire ketika dia tak sempat mengendalikan bola hasil dari sundulan Yousef En-Nesyri. Bola yang menyentuh kepala Maguire justru mengarah ke dalam gawangnya sendiri dan tak bisa dihalau oleh David de Gea. 

Gol tersebut mengagalkan MU menang atas Sevilla yang berakhi imbang 2-2 dalam pertandingan leg pertama babak perempat final Liga Europa, di Stadion Old Trafford, Jumat (14/4/2023) dini hari WIB.

Baca Juga

Meski Maguire melakukan gol bunuh diri, banyak suporter di media sosial percaya mantan pemain Leicester City itu tak layak untuk disalahkan. Pasalnya, Maguire memiliki sedikit waktu merespons bola sundulan En-Nesyri yang mengarah ke kepalanya.

“Maguire adalah pesepak bola paling apek di Bumi. Harus selalu dia,” kata seorang suporter, dilansir dari Dailymail.

Suporter lainnya juga menulis Maguire tak bisa disalahkan dalam gol bunuh diri ini. Namun dia tetap menyayangkan gol bunuh diri tersebut dan mempertanyakan mengapa harus selalu Maguire yang melakukannya.

Komentator sepak bola yang juga mantan pemain MU Owen Hargreaves sependapat dengan suporter bahwa Maguire tidak bisa disalahkan atas gol bunuh diri tersebut. Menurutnya, Maguire sangat sulit menghindari bola yang datang secara tiba ke kepalanya.

“Itu berjalan sangat jauh, itu benar-benar tidak bisa dipercaya. Tidak ada yang bisa Harry lakukan. Sangat kurang beruntung bagi Harry,” ujarnya.

Mantan gelandang MU Paul Scholes menilai kegagalan Iblis Merah memenangkan pertandingan karena adanya rasa puas diri di babak kedua. Scholes mengatakan, MU seharusnya mengambail kesempatan memenangkan laga di leg pertama.

Scholes melihat Setan Merah seperti berpikir terlalu mudah melawan Sevilla sehingga tekad menegaskan kemenangan. Menurutnya sikap tersebut tak boleh dilakukan di kompetisi Eropa apalagi melawan Sevila yang memiliki rekor bagus di kompetisi ini.

“Sevilla tidak bagus di babak pertama dan United bermain sangat bagus, Anda berpikir ini adalah tiga, empat, lima dan akhir pertandingan malam ini. Babak kedua benar-benar bencana,” ujar Scholes.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement