Senin 10 Apr 2023 15:02 WIB

Batas Maksimal Konsumsi Gula: Enam Sendok Teh per Hari

Mengonsumsi terlalu banyak gula dapat meningkatkan berbagai risiko kesehatan.

Rep: Meiliza Laveda/ Red: Qommarria Rostanti
Gula (ilustrasi). Anda disarankan tak mengonsumsi gula lebih dari enam sendok teh per hari.
Foto: www.freepik.com
Gula (ilustrasi). Anda disarankan tak mengonsumsi gula lebih dari enam sendok teh per hari.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebuah studi internasional menyarankan Anda sebaiknya tidak mengonsumsi gula lebih dari enam sendok teh per hari. Ilmuwan Amerika Serikat (AS) dan Cina melihat gula yang ditambahkan ke makanan dan minuman berdampak pada 83 hasil kesehatan.

Mereka menemukan, mengonsumsi terlalu banyak gula dapat meningkatkan risiko kesehatan di antaranya asma, diabetes, obesitas, penyakit jantung, depresi, beberapa jenis kanker, dan kematian. Depresi sangat terkait dengan asupan gula yang tinggi berdasarkan ulasan dari 67 studi observasional dan enam uji klinis yang dipublikasikan di Jurnal BMJ.

Baca Juga

Dapat disimpulkan, konsumsi gula harus dibatasi maksimal enam sendok teh sehari. Selain itu, Anda juga harus membatasi minuman manis. Penulis dan profesor di Rumah Sakit China Barat, Liangren Lio, mengatakan temuan ini menunjukkan konsumsi gula makanan yang tinggi, terutama asupan gula yang mengandung fruktosa sangat berbahaya.

Dia menyarankan, sebaiknya kurangi konsumsi gula tambahan hingga di bawah 25 gram per hari. "Untuk mengubah pola konsumsi gula, terutama untuk anak-anak dan remaja, kombinasi dari pendidikan dan kebijakan kesehatan masyarakat yang tersebar luas di seluruh dunia sangat dibutuhkan,” kata Lio, dilansir laman Mirror, Senin (10/4/2023).

Gula tambahan adalah semua gula yang ditambahkan ke makanan atau minuman, tetapi juga termasuk yang sudah ada dalam madu, sirup, dan jus buah. Gula alami yang terkandung dalam buah dan sayuran tidak memiliki efek negatif yang sama pada kesehatan dan mengandung nutrisi tambahan seperti serat.

Asupan gula yang tinggi akan meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, serangan jantung, dan strok. Sementara risiko tujuh kanker dinaikkan termasuk kanker payudara, prostat, dan pankreas.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement