Jumat 07 Apr 2023 13:34 WIB

Kendalikan Inflasi Kabupaten Semarang, Puluhan Ton Beras Dijual Murah

Operasi pasar masih akan berlanjut hingga menjelang Lebaran.

Rep: Bowo Pribadi/ Red: Yusuf Assidiq
 Pelaksanaan operasi pasar beras yang dilaksanakan TPID Kabupaten Semarang bersama Bulog di halaman kantor Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.
Foto: Dokumen
Pelaksanaan operasi pasar beras yang dilaksanakan TPID Kabupaten Semarang bersama Bulog di halaman kantor Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

REPUBLIKA.CO.ID, UNGARAN -- Dua pekan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1444 Hijriyah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang, Jawa Tengah, terus melakukan langkah-langkah dalam mengendalikan inflasi di daerahnya.

Bersinergi dengan Bulog, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Semarang lantas menggelar operasi pasar beras dengan harga murah, langsung kepada masyarakat.

Salah satunya dilaksanakan untuk masyarakat di wilayah Kecamatan Banyubiru, yang dilaksanakan di halaman kantor Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang.

Perwakilan pengelola gudang Bulog Bawen, Purwito mengungkapkan, sedikitnya lima ton beras kualitas medium dalam kemasan lima kilogram digelontorkan dalam operasi pasar kali ini.

"Operasi pasar ini memberikan kesempatan kepada masyarakat dapat membeli beras kualitas medium, dengan harga Rp 8.500 per kg," ungkapnya, di Kecamatan Banyubiru.

Harga jual operasi pasar beras ini, lanjut Purwito, relatif lebih murah jika dibandingkan dengan harga di pasaran yang saat ini mencapai Rp 11 ribu per kg untuk jenis dan kualitas beras yang sama.

Sejauh ini, kegiatan operasi pasar untuk menekan inflasi yang dilaksanakan TPID Kabupaten Semarang bersama dengan Bulog telah menjangkau beberapa wilayah kecamatan.

Antara lain di Kecamatan Ungaran Barat, Bandungan, Ambarawa, Tuntang, dan Bringin. "Operasi pasar juga masih akan berlanjut hingga menjelang Lebaran nanti," tambah dia.

Anggota TPID Kabupaten Semarang, Wigati Sunu menambahkan, operasi pasar/penjualan beras murah di Kecamatan Banyubiru diharapkan dapat menekan gejolak harga beras di pasaran.

"Sekaligus juga dimaksudkan untuk menjaga tingkat inflasi daerah di angka yang wajar. Terlebih beras merupakan komoditas strategis di masyarakat," jelasnya.

Sejauh ini, lanjutnya, kegiatan yang sama juga sudah digelar di beberapa wilayah di Kabupaten Semarang sejak pertengahan Maret 2023 yang lalu.

Pada setiap kegiatan, TPID dan Bulog menyediakan lima ton beras dengan harga Rp 8.500 per kg. Harga itu dibawah harga pasar yang telah mencapai di atas Rp 10 ribu per kg.

"Artinya, dalam rangka mengendalikan inflasi daerah, kami telah menggelontorkan puluhan ribu ton beras murah kepada masyarakat," tegas kepala Dinas Pertanian Peternakan dan Ketahanan Pangan (Dispertanikap) Kabupaten Semarang ini.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement