Selasa 04 Apr 2023 12:31 WIB

Jerman dan Yordania Tegaskan Dukung Solusi Dua Negara

Solusi dua negara masih menawarkan dasar terbaik bagi warga Israel dan Palestina

Rep: Dwina Agustin/ Red: Esthi Maharani
Jerman dan Yordania menyerukan solusi dua negara untuk konflik Israel-Palestina pada Senin (3/4/2023).
Foto: EPA-EFE/FRIEDEMANN VOGEL
Jerman dan Yordania menyerukan solusi dua negara untuk konflik Israel-Palestina pada Senin (3/4/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, BERLIN -- Jerman dan Yordania menyerukan solusi dua negara untuk konflik Israel-Palestina pada Senin (3/4/2023). Kedua negara mendesak semua pihak untuk mengambil langkah-langkah untuk meredakan situasi di wilayah tersebut.

"Kedua negara kami sepakat bahwa solusi dua negara masih menawarkan dasar terbaik bagi warga Israel dan Palestina untuk hidup damai, bermartabat, dan aman," kata Menteri Luar Negeri Jerman Annalena Baerbock.

Baerbock dan Menteri Luar Negeri Yordania Ayman Safadi mengungkapkan keprihatinan atas perkembangan terkini di kawasan itu. "Sayangnya, kenyataan pahit bahwa Ramadhan tahun ini tidak ditandai dengan kedamaian, keluarga, dan kebahagiaan seperti yang diharapkan," kata Baerbock setelah pertemuan dengan Safadi di Berlin dikutip dari Anadolu Agency.

Baerbock menyatakan, ketegangan dan kekerasan baru-baru ini merenggut lebih banyak nyawa di wilayah tersebut. Dia berterima kasih kepada Safadi atas upaya diplomatiknya untuk meredakan situasi.

Menteri luar negeri Jerman ini pun mengumumkan rencana pemerintah Kanselir Jerman Olaf Scholz untuk secara aktif mendukung "proses Aqaba" yang diprakarsai oleh Raja Abdullah II. Jerman akan mengadakan konferensi dengan Yordania, Mesir, dan Prancis, dalam format Munich.

Safadi mengkritik pernyataan kontroversial baru-baru ini dari para menteri Israel. Dia menilai kebijakan Tel Aviv tentang pemukiman ilegal dan memperingatkan bahwa situasinya sangat eksplosif.

"Kami berada di persimpangan jalan. Entah kami akan membiarkan ekstremis, rasis, dan pengkhotbah kebencian untuk memetakan jalan masa depan, atau kami akan bekerja sama dengan mereka yang menginginkan perdamaian, dan melakukan segalanya untuk mencapai tujuan ini," kata Safadi.

Safadi menggarisbawahi komitmen Yordania terhadap solusi dua negara untuk menjamin perdamaian dan stabilitas di kawasan. “Konflik hanya akan berakhir jika Palestina mendapatkan negara berdaulat,” tegasnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement